Teras News — Rusia melancarkan serangan besar ke Kyiv pada Senin (15/6/2026) waktu setempat, menghantam ibu kota Ukraina dengan drone hingga menewaskan sedikitnya 20 orang terluka dan memutus aliran listrik bagi sekitar 140 ribu warga. Kebakaran meletus di kompleks keagamaan Kyiv Pechersk Lavra, salah satu situs bersejarah paling dikenal di kota itu.
“Tetaplah di tempat perlindungan hingga situasi dinyatakan aman,” ujar Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, kepada warganya menyusul serangan tersebut.
Warga Kyiv Berdesakan di Stasiun Metro Bawah Tanah
Ratusan warga sipil berlarian menuju stasiun metro bawah tanah untuk berlindung begitu sirene peringatan serangan udara berbunyi. Di dalam terowongan dan peron stasiun, warga melakukan berbagai aktivitas untuk mengisi waktu: duduk berkumpul, memantau perkembangan situasi lewat ponsel, hingga beristirahat tidur di lantai. Bagi banyak warga Kyiv, prosedur ini bukan hal baru. Serangan udara berulang sejak invasi Rusia dimulai telah membuat stasiun metro menjadi salah satu tempat perlindungan paling diandalkan warga kota.
Baca Juga:
Di luar stasiun, kondisi jauh lebih kacau. Sejumlah rumah dan kendaraan terbakar akibat puing-puing drone yang berjatuhan ke jalanan, meski sebagian besar drone diklaim berhasil dicegat sistem pertahanan udara Ukraina. Serpihan drone yang jatuh tetap menimbulkan bahaya tersendiri bagi warga yang berada di luar ruangan.
Kyiv Pechersk Lavra Terbakar
Salah satu dampak paling terlihat dari serangan ini adalah kebakaran yang melalap bagian dari kompleks Kyiv Pechersk Lavra. Kompleks biara Ortodoks ini merupakan salah satu warisan budaya dan keagamaan terpenting di Ukraina, berdiri di tepi sungai Dnipro dan telah lama menjadi tujuan peziarah dari berbagai penjuru. Kebakaran di lokasi itu menambah daftar panjang kerusakan pada situs bersejarah Ukraina akibat konflik yang telah berlangsung bertahun-tahun.
Pemadaman listrik yang menimpa sekitar 140 ribu warga menjadi dampak lain yang langsung dirasakan. Tanpa listrik, warga yang sudah terguncang oleh dentuman serangan harus menghadapi kegelapan di malam hari, termasuk terhentinya pasokan air dan pemanas di sejumlah kawasan pemukiman.
Kyiv terus berjuang mempertahankan rutinitas warganya di tengah ancaman serangan yang sewaktu-waktu bisa datang. Situasi di ibu kota Ukraina masih terus dipantau, sementara otoritas kota berupaya memulihkan jaringan listrik dan menangani titik-titik kebakaran yang tersisa.
Editor: Ratna Dewi