Internasional

AS Hajar Skema Wisata Kelahiran: Warga China dan Rusia Berburu Paspor Amerika Lewat Bayi

10
×

AS Hajar Skema Wisata Kelahiran: Warga China dan Rusia Berburu Paspor Amerika Lewat Bayi

Sebarkan artikel ini

Teras News — Setiap tahun, ribuan ibu hamil dari berbagai negara terbang ke Amerika Serikat dengan satu tujuan: melahirkan di tanah AS agar bayi mereka otomatis mendapat kewarganegaraan Amerika. Kini, praktik yang dikenal sebagai birth tourism (wisata kelahiran) itu resmi dibidik pemerintah AS lewat penindakan skala global.

Departemen Luar Negeri AS mengumumkan tindakan keras terhadap skema wisata kelahiran ilegal, seperti dilaporkan Sindonews. Warga negara China dan Rusia disebut sebagai kelompok paling aktif memanfaatkan celah hukum ini untuk mendapatkan status kewarganegaraan bagi anak-anak mereka.

Kewarganegaraan Instan Lewat Kelahiran di Tanah AS

Praktik ini berakar dari prinsip jus soli, yakni hak kewarganegaraan berdasarkan tempat kelahiran yang berlaku di AS. Siapa pun yang lahir di wilayah Amerika Serikat secara otomatis berstatus warga negara, terlepas dari kewarganegaraan orang tuanya. Prinsip ini dijamin oleh Amandemen ke-14 Konstitusi AS.

Celah itulah yang selama bertahun-tahun dieksploitasi. Para calon ibu biasanya datang dengan visa turis, menjalani masa kehamilan di AS, melahirkan, lalu kembali ke negara asal membawa bayi berpaspor Amerika.

Washington Perketat Pengawasan Lintas Negara

Penindakan yang diumumkan Departemen Luar Negeri AS ini dirancang untuk memotong jaringan penyelenggara wisata kelahiran yang beroperasi secara ilegal. Skema semacam ini umumnya melibatkan agen perjalanan khusus, rumah singgah bagi ibu hamil, serta praktik penipuan dalam pengisian formulir visa, misalnya menyembunyikan status kehamilan atau tujuan sebenarnya dari kunjungan.

Bagi banyak keluarga, memiliki anak berkewarganegaraan AS bukan sekadar prestise. Paspor Amerika membuka akses ke ratusan negara tanpa visa, peluang pendidikan di universitas top AS dengan biaya domestik, serta hak untuk tinggal dan bekerja secara legal di Amerika Serikat kelak.

China dan Rusia Paling Banyak Terlibat

Kedua negara itu disebut secara spesifik dalam pengumuman Departemen Luar Negeri AS sebagai asal mayoritas peserta skema ini. Persaingan antara warga China dan Rusia dalam memanfaatkan birth tourism mencerminkan tingginya permintaan akan kewarganegaraan ganda di kalangan kelas menengah ke atas kedua negara tersebut.

Penindakan ini bukan yang pertama. Pemerintahan sebelumnya juga pernah mencoba membatasi praktik serupa, termasuk lewat pembatasan visa bagi ibu hamil yang dicurigai akan melahirkan di AS. Namun praktik itu terus berlanjut karena sulit dideteksi di titik pemeriksaan imigrasi.

Dengan pengumuman terbaru ini, Washington tampaknya hendak memperluas jangkauan penindakan, tidak hanya di perbatasan, tetapi juga terhadap jaringan yang memfasilitasi perjalanan tersebut dari luar negeri. Sejauh mana langkah ini mampu meredam arus birth tourism akan sangat bergantung pada koordinasi antara AS dan negara-negara asal para pelakunya.

Penulis: Bayu Saputra
Editor: Surya Dharma