Teras News — Militer Amerika Serikat kembali menghantam Iran pada Rabu waktu setempat. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut serangan itu dilakukan pukul 17:15 waktu AS timur (04:15 WIB) atas instruksi langsung dari Presiden Donald Trump.
“Pasukan Komando Pusat AS melancarkan serangan membela diri tambahan pada hari ini pukul 17:15 waktu AS timur terhadap sejumlah sasaran di Iran atas instruksi Panglima Tertinggi,” tulis CENTCOM melalui akun resminya di platform X. Pernyataan itu ditambahkan dengan kalimat bahwa serangan tersebut adalah “untuk merespons agresi Iran yang tak beralasan dan terus berlanjut.”
Helikopter Apache AS Ditembak Jatuh, Trump Perintahkan Eskalasi
Keputusan Trump mengeskalasi serangan ke Iran dipicu insiden awal pekan ini, ketika sebuah helikopter Apache milik militer AS ditembak oleh pihak Iran. Trump langsung merespons dengan memerintahkan serangan susulan yang lebih keras.
Baca Juga:
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan bahwa operasi yang akan dijalankan akan menyasar “fasilitas kunci” di Iran. Pernyataan itu ia sampaikan kepada wartawan di Pangkalan Udara MacDill, Tampa, Florida. “Komando Pusat AS akan sibuk malam ini karena Presiden Trump berkata kita akan menghantam Iran dengan keras, dan kita akan melakukannya,” kata Hegseth.
Hegseth juga memperingatkan bahwa operasi tersebut akan berlangsung “kuat dan jelas”.
Konfrontasi Beruntun Sejak 28 Februari
Ketegangan antara AS-Israel dan Iran bukan kejadian semalam. Serangkaian konfrontasi militer ini bermula pada 28 Februari, ketika serangan gabungan AS-Israel ke Iran pertama kali dilancarkan. Sejak saat itu, kedua pihak terlibat dalam siklus saling balas serangan yang diselingi ketegangan diplomatik.
Eskalasi terbaru ini terjadi di tengah kebuntuan perundingan. Trump sebelumnya telah memperingatkan bahwa Iran akan menanggung konsekuensi jika terus lamban dalam proses negosiasi. Iran, di pihaknya, menuding AS telah merusak jalur diplomasi dengan dugaan pelanggaran gencatan senjata.
China turut menyuarakan keprihatinan, mendesak Washington dan Teheran untuk menahan diri sebelum situasi semakin lepas kendali. Sampai saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran mengenai dampak serangan terbaru CENTCOM tersebut.
Editor: Arif Budiman

