Ketua Parlemen Iran, Mohammad-Baqer Qalibaf, secara langsung membantah tujuh klaim yang disampaikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait Selat Hormuz dan aturan transit yang diberlakukan Republik Islam Iran atas jalur air strategis tersebut.
Qalibaf menyebut klaim-klaim Trump itu sebagai pernyataan palsu. Ia menegaskan bahwa keputusan soal membuka atau menutup Selat Hormuz bukan ditentukan melalui tekanan diplomatik atau pernyataan luar negeri, melainkan di medan perang.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Jalur ini menjadi salah satu titik transit energi paling krusial di dunia, tempat sebagian besar ekspor minyak dari kawasan Timur Tengah melintas.
Baca Juga:
Pernyataan Qalibaf muncul di tengah ketegangan yang terus berlangsung antara Washington dan Teheran, termasuk dalam konteks negosiasi nuklir dan ancaman militer yang berulang kali dilontarkan oleh pejabat AS terhadap Iran.
Trump dalam beberapa kesempatan sebelumnya telah membuat sejumlah pernyataan mengenai kemampuan dan kebijakan Iran di Selat Hormuz. Namun pihak Iran menilai pernyataan-pernyataan itu tidak akurat dan menyesatkan.
Qalibaf, yang menjabat sebagai Ketua Parlemen Iran, merupakan salah satu figur senior dalam struktur politik Teheran. Sebelum menjabat posisi legislatif tersebut, ia dikenal sebagai mantan Kepala Kepolisian dan mantan Wali Kota Teheran.
Pernyataan resmi dari pihak Iran ini menambah panjang daftar respons Teheran atas berbagai pernyataan Trump yang dinilai tidak sesuai fakta oleh pejabat-pejabat Republik Islam tersebut.
Keaslian rincian tujuh klaim spesifik yang dimaksud Qalibaf belum dapat diverifikasi secara independen berdasarkan sumber yang tersedia.
Dilansir dari laporan Sindonews.