Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Washington dan Teheran akan bekerja sama langsung mengambil cadangan uranium Iran menggunakan ekskavator, sebelum material tersebut dipindahkan ke wilayah Amerika Serikat.
Pernyataan itu disampaikan Trump pada Jumat (18/4/2025) waktu setempat di hadapan pendukung gerakan konservatif Turning Point USA di Phoenix, Arizona.
“Seseorang bertanya, bagaimana kita akan mengambil ‘debu nuklir’ itu? Kita akan mendapatkannya dengan masuk bersama Iran, dengan banyak ekskavator,” kata Trump dalam pidatonya, dikutip dari AFP.
Baca Juga:
Trump menggambarkan skala operasi yang ia bayangkan. “Kita membutuhkan ekskavator terbesar yang bisa Anda bayangkan,” lanjutnya.
Ia kemudian menambahkan, “Tapi kita akan masuk bersama Iran. Kita akan mengambilnya. Kita akan membawanya pulang ke Amerika Serikat dalam waktu sangat dekat.”
Berbeda dari Pernyataan Sehari Sebelumnya
Pernyataan di Phoenix ini memperluas klaim Trump yang disampaikan sehari sebelumnya. Pada kesempatan itu, Trump menyebut Iran telah menyetujui untuk menyerahkan uranium yang diperkaya. Namun ia tidak memberikan rincian mekanisme pemindahannya.
Istilah “debu nuklir” yang dipakai Trump merujuk pada stok uranium yang diperkaya milik Iran. AS menuduh material tersebut disimpan sebagai bagian dari upaya membangun senjata nuklir. Dalam beberapa kesempatan lain, Trump juga menggunakan istilah yang sama untuk menggambarkan material sisa dari serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu.
Iran Tolak Pemindahan Uranium
Posisi Iran berbeda dari gambaran yang disampaikan Trump. Kementerian Luar Negeri Iran sebelumnya menegaskan bahwa stok uranium yang telah diperkaya milik mereka tidak akan dipindahkan ke negara manapun.
Perbedaan sikap antara kedua negara soal nasib stok uranium Iran belum terselesaikan hingga Trump menyampaikan pernyataan di Phoenix tersebut.
Trump Sebut Kesepakatan “Sangat Dekat”
Di tengah perbedaan posisi itu, Trump menyampaikan optimisme terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai dengan Iran. Kepada AFP, ia menyatakan bahwa tidak ada hambatan berarti dalam perundingan yang tengah berjalan.
“Tidak ada titik buntu” dan kesepakatan “sangat dekat,” ujar Trump.
Konteks Acara
Pernyataan soal Iran disampaikan Trump dalam acara Turning Point USA di Phoenix. Dalam acara yang sama, Trump diperkenalkan oleh Erika Kirk, istri mendiang pendiri Turning Point USA, Charlie Kirk. Kirk, yang dikenal sebagai sekutu Trump, tewas dibunuh pada September tahun lalu.
Dilansir dari laporan CNBC Indonesia dan AFP.