Berita

Panen Raya Jagung Wonosobo Hasilkan 7,6 Ton, Langsung Diserap Bulog

17
×

Panen Raya Jagung Wonosobo Hasilkan 7,6 Ton, Langsung Diserap Bulog

Sebarkan artikel ini

Teras News — Lahan jagung seluas 5 hektare di Dusun Candirejo, Desa Candirejo, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, menghasilkan 7,6 ton jagung saat panen raya digelar Sabtu (16/5/2026). Seluruh hasil panen langsung diserahkan ke Bulog.

Panen raya ini merupakan hasil kolaborasi antara Polres Wonosobo, Pemerintah Kabupaten Wonosobo, dan para petani setempat. Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan mengapresiasi sinergi lintas sektor yang terbentuk di balik keberhasilan panen kali ini.

“Petani itu paling senang saat bisa menanam dan bisa panen karena kadang bisa menanam belum tentu bisa panen. Kali ini berkat kolaborasi Polri, khususnya Polres Wonosobo, pemerintah daerah, dan tentunya para petani, Alhamdulillah jagung yang dipanen hasilnya besar-besar,” kata Afif.

Hasil Panen Langsung Masuk ke Bulog

Jagung seberat 7,6 ton itu tidak disimpan lama. Afif memastikan distribusi ke Bulog dilakukan segera setelah panen sebagai bentuk dukungan terhadap penyerapan hasil pertanian masyarakat.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Bulog yang sudah membeli hasil tani masyarakat,” ujarnya.

Penyerapan langsung oleh Bulog menjadi poin penting bagi petani, yang kerap menghadapi masalah distribusi dan harga jual pascapanen. Dengan jalur penyerapan yang sudah tersedia, petani tidak perlu khawatir hasil panennya tak terjual.

Polres Wonosobo Masuk Program Ketahanan Pangan

Keterlibatan Polres Wonosobo dalam kegiatan pertanian ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan Polri. Kapolres Wonosobo M Kasim Akbar Bantilan menyebut panen raya ini sebagai wujud nyata sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Panen Raya ini diharapkan mampu meningkatkan semangat para petani serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya di wilayah Kabupaten Wonosobo,” ujar Kasim.

Ia juga berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut guna menjaga stabilitas pangan daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani dalam jangka panjang.

Bupati Afif menambahkan bahwa dampak program ini melampaui sekadar urusan pertanian. “Tentunya hasil panen ini sangat bermanfaat untuk pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan,” kata dia.

Panen raya jagung di Wonosobo ini menjadi gambaran konkret bagaimana kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan petani bisa mendorong produktivitas sektor pertanian. Ke depan, keberlanjutan program serupa akan menentukan apakah model ketahanan pangan berbasis sinergi lintas sektor ini bisa direplikasi secara lebih luas di Kabupaten Wonosobo.

Penulis: Rizky Pratama
Editor: Arif Budiman