Internasional

Norwegia Cabut Izin Ekspor Rudal NSM ke Malaysia, PM Anwar Ibrahim Protes Keras

17
×

Norwegia Cabut Izin Ekspor Rudal NSM ke Malaysia, PM Anwar Ibrahim Protes Keras

Sebarkan artikel ini

Teras News — Satu kesepakatan pertahanan batal mendadak. Norwegia mencabut izin ekspor sistem rudal Naval Strike Missile (NSM) ke Malaysia, keputusan yang langsung memicu protes dari Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

NSM adalah rudal anti-kapal generasi terbaru buatan Kongsberg Defence & Aerospace, dirancang untuk menghancurkan target permukaan laut dari jarak jauh dengan presisi tinggi. Rudal ini sudah digunakan sejumlah negara NATO dan dianggap sebagai salah satu sistem senjata maritim paling canggih yang tersedia di pasar ekspor pertahanan global.

Norwegia Blokir Penjualan Sepihak

Pencabutan izin ekspor oleh Oslo ini datang tiba-tiba, tanpa ada penjelasan publik yang rinci sebelumnya. PM Anwar Ibrahim bereaksi keras atas keputusan itu. Ia memprotes langkah Norwegia yang dianggap merugikan Malaysia setelah proses pengadaan rudal tersebut sudah berjalan.

Bagi Malaysia, pembatalan ini bukan sekadar urusan teknis pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista). Proses negosiasi pembelian sistem persenjataan militer memerlukan waktu panjang, anggaran yang sudah direncanakan, dan koordinasi lintas lembaga pertahanan. Ketika izin ekspor dicabut di tengah jalan, dampaknya langsung terasa pada perencanaan modernisasi armada laut negara tersebut.

Ketegangan Diplomatik Malaysia-Norwegia

Protes Anwar Ibrahim mencerminkan ketidakpuasan Kuala Lumpur atas cara Oslo mengambil keputusan itu. Malaysia selama ini menjalin hubungan diplomatik yang relatif stabil dengan negara-negara Eropa, termasuk anggota NATO. Namun pembatalan ekspor rudal NSM ini berpotensi mengganggu iklim kepercayaan dalam hubungan bilateral kedua negara.

Norwegia, sebagai anggota NATO, memiliki kewenangan penuh untuk menentukan ke mana sistem senjatanya boleh diekspor. Kebijakan kontrol ekspor pertahanan di negara-negara Barat umumnya mempertimbangkan faktor geopolitik, stabilitas kawasan, dan posisi strategis negara pembeli. Kuala Lumpur belum mengumumkan rencana alternatif untuk menggantikan sistem rudal yang batal masuk tersebut.

Perkembangan ini menambah catatan ketegangan dalam dinamika pengadaan alutsista negara-negara Asia Tenggara dari pemasok Eropa, di mana faktor politik kerap menjadi variabel yang sulit diprediksi oleh negara pembeli.

Penulis: Dian Permata
Editor: Surya Dharma