Berita

Ahmad Luthfi ke Kader Banser Angkatan VIII: Jateng Hadapi Ancaman Hoaks, Radikalisme, hingga Bencana

16
×

Ahmad Luthfi ke Kader Banser Angkatan VIII: Jateng Hadapi Ancaman Hoaks, Radikalisme, hingga Bencana

Sebarkan artikel ini

Teras News — Banser punya pekerjaan rumah yang tidak ringan di Jawa Tengah. Gubernur Ahmad Luthfi menyebut provinsi ini menghadapi setidaknya tiga ancaman sekaligus: arus disinformasi di media sosial, radikalisme dan intoleransi, serta potensi bencana alam yang tinggi, mulai dari banjir, longsor, rob, hingga aktivitas gunung api.

Pesan itu disampaikan Luthfi saat menghadiri Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) Angkatan VIII di Pusdik Binmas, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Rabu (13/5/2026). Susbanpim merupakan program kaderisasi kepemimpinan Barisan Ansor Serbaguna (Banser), sayap organisasi Gerakan Pemuda Ansor yang bergerak di bidang sosial, keamanan, dan kebencanaan.

Banser Diminta Jadi “Pendingin” di Tengah Kondisi Global yang Tidak Menentu

Luthfi tidak sekadar hadir sebagai seremonial. Ia menyampaikan langsung kepada para kader apa yang ia harapkan dari Banser di lapangan.

“Di tengah kondisi global yang tidak menentu ini, Banser berperan sebagai pendingin agar masyarakat tidak panas,” kata Luthfi.

Ia merinci, hoaks dan disinformasi yang beredar di media sosial berpotensi memicu kesalahpahaman, bahkan konflik horizontal di masyarakat. Ancaman radikalisme, intoleransi, dan politik identitas pun disebut masih menjadi tantangan bersama yang belum selesai. Kepada para peserta, gubernur berpesan agar kader Banser memiliki kedisiplinan, loyalitas, wawasan kebangsaan, jiwa kepemimpinan, dan kesiapan menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Bukan Pelatihan Biasa, Susbanpim Bentuk Karakter Kader

Susbanpim, menurut Luthfi, bukan sekadar pelatihan organisasi atau kepemimpinan teknis. Program ini dirancang untuk membentuk kader yang berkarakter dan berpegang pada prinsip ahlussunah wal jamaah, ajaran Islam yang menekankan moderasi dan keseimbangan.

Ketua Umum GP Ansor Addin Jauharudin hadir dan memperkuat pesan itu. Ia menyebut kaderisasi sebagai kunci kemajuan organisasi.

“Tidak ada peradaban dan organisasi maju, tanpa membangun sumber daya manusia,” ujar Addin. “Ke depan, sahabat Ansor berdaya guna dan bermanfaat dengan segala kemampuan untuk pribadi, keluarga, dan masyarakat di daerahnya. Juga beradaptasi dengan perubahan lokal.”

Transformasi kaderisasi Ansor, kata Addin, menjadi salah satu jalur utama peningkatan kualitas sumber daya manusia organisasi.

Susbanpim Angkatan VIII ini menjadi bagian dari rangkaian program pembinaan kader Banser secara nasional. Para peserta yang lulus diharapkan siap diterjunkan di daerah masing-masing untuk menjalankan fungsi sosial, pencegahan radikalisme, dan bantuan saat bencana melanda.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Arif Budiman