Internasional

4 Pria Ditangkap di Pulau Bubiyan: Kuwait Tuding IRGC, Iran Klaim Navigasi Eror

11
×

4 Pria Ditangkap di Pulau Bubiyan: Kuwait Tuding IRGC, Iran Klaim Navigasi Eror

Sebarkan artikel ini

Teras News — Empat orang ditangkap oleh militer Kuwait setelah mencoba menyusup ke Pulau Bubiyan menggunakan perahu nelayan yang diduga disewa khusus untuk operasi tersebut. Kuwait menyebut mereka anggota Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), kelompok militer elite di bawah Teheran. Iran membantah keras, menyebut keempatnya hanya perwira yang tersesat karena gangguan sistem navigasi.

Insiden itu terjadi pada 1 Mei. Satu anggota militer Kuwait dilaporkan terluka dalam bentrokan sebelum keempat penyusup berhasil dilumpuhkan. Dua orang lainnya disebut berhasil melarikan diri.

Kuwait Kutuk IRGC, Satu Tentara Terluka dalam Bentrokan

Kabinet Kuwait mengutuk insiden itu pada Selasa dan menyebut para tersangka terlibat bentrokan dengan angkatan bersenjata sebelum akhirnya ditangkap. Saat diinterogasi, menurut pernyataan kabinet yang dikutip kantor berita resmi Kuwait, KUNA, para tersangka mengaku sebagai anggota IRGC yang dikirim lewat jalur laut untuk melakukan “aktivitas permusuhan.”

Kuwait meminta Iran untuk “segera dan tanpa syarat menghentikan” tindakan yang dinilai mengancam keamanan regional. Kuwait juga menegaskan hak membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, pasal yang memberi negara anggota PBB wewenang menggunakan kekuatan bersenjata jika menghadapi serangan bersenjata.

Kementerian Luar Negeri Kuwait memanggil Duta Besar Iran untuk Kuwait, Mohammad Toutounchi, dan menyerahkan pernyataan protes resmi kepadanya.

Tehran: Perwira Kami Tersesat, Bukan Menyusup

Versi Iran berbeda jauh. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan keempat orang itu adalah perwira Iran yang menjalankan misi patroli maritim rutin, lalu masuk ke perairan teritorial Kuwait karena gangguan sistem navigasi.

Kemenlu Iran mengutuk keras apa yang disebutnya sebagai “tindakan tidak pantas pemerintah Kuwait yang memanfaatkan isu tersebut untuk kepentingan politik dan propaganda.” Teheran menyebut klaim Kuwait “sama sekali tidak berdasar” dan meminta Kuwait menyelesaikan persoalan ini melalui jalur resmi.

Iran juga menuntut akses segera bagi Kedutaan Besar Iran di Kuwait untuk menemui keempat warganya yang ditahan, sesuai hukum internasional, dan meminta mereka segera dibebaskan.

Ketegangan Meletus di Tengah Konflik Regional yang Belum Padam

Insiden Pulau Bubiyan muncul di tengah ketegangan yang masih membara di kawasan Teluk. Kuwait sebelumnya menyatakan telah mencegat ratusan drone dan rudal selama konflik yang melibatkan operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, sebelum gencatan senjata berlaku pada 8 April lalu.

IRGC sendiri adalah satuan militer Iran yang kerap terlibat dalam operasi-operasi di luar negeri dan telah masuk dalam daftar organisasi teroris yang ditetapkan Amerika Serikat sejak 2019. Klaim afiliasi tersangka dengan IRGC, jika terbukti, akan menjadi eskalasi serius dalam hubungan Kuwait-Iran yang selama ini sudah renggang.

Kedua negara kini berdiri di titik yang berbeda: Kuwait menuntut pertanggungjawaban, Iran menuntut pembebasan. Bagaimana jalur diplomatik antara Kuwait City dan Teheran bergerak setelah pemanggilan duta besar ini akan menentukan apakah insiden Bubiyan melebar atau mereda.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Arif Budiman