Berita

Progres 45,91 Persen per 7 Mei, Sekolah Rakyat Tahap II Ditarget Rampung 20 Juni 2026

12
×

Progres 45,91 Persen per 7 Mei, Sekolah Rakyat Tahap II Ditarget Rampung 20 Juni 2026

Sebarkan artikel ini

Teras News — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memacu pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di sejumlah daerah dengan target penyelesaian fisik pada 20 Juni 2026. Per 7 Mei 2026, progres rata-rata konstruksi telah menyentuh 45,91 persen, naik dari 40,27 persen yang tercatat hanya enam hari sebelumnya pada 1 Mei 2026.

“Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas,” kata Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (7/5).

Medan dan Sragen Pimpin Progres Konstruksi

Dari seluruh lokasi pembangunan, Kota Medan mencatat kemajuan tertinggi dengan progres fisik 64,48 persen. Disusul Kabupaten Sragen 63,22 persen, Kota Bengkulu 62,17 persen, Kabupaten Ogan Ilir 62,07 persen, dan Kota Makassar 62,04 persen.

Untuk mendorong percepatan, Kementerian PU membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan yang melibatkan Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Direktorat Jenderal Prasarana Strategis. Satgas ini bertugas mengawal seluruh lini pekerjaan di lapangan, dari akses konstruksi hingga mobilisasi material.

Kerja Paralel, Lembur, hingga Teknologi Hollow Core Slab

Sejumlah strategi diterapkan agar proyek tidak molor. Semua bangunan dikerjakan secara paralel, bukan berurutan. Jumlah tenaga kerja ditambah sesuai kebutuhan lapangan, sistem kerja lembur diberlakukan, dan mobilisasi material dipercepat.

Dari sisi teknologi konstruksi, tim lapangan mengadopsi struktur baja pada beberapa bagian bangunan, memasang metal deck dan wire mesh, serta menggunakan hollow core slab (panel beton pracetak berongga yang mempercepat pengerjaan pelat lantai) sebagai pengganti metode konvensional. Crane, alat pancang, excavator, dan mobile batching plant turut ditambahkan di berbagai titik.

Kementerian PU juga meminta seluruh penyedia jasa konstruksi dan BUMN pelaksana memastikan percepatan berjalan optimal. Kontrak pelaksanaan telah disesuaikan dengan batas waktu 20 Juni 2026.

Kawasan Terpadu di Lahan 5-10 Hektare

Sekolah Rakyat Tahap II bukan sekadar gedung kelas biasa. Setiap lokasi dibangun permanen di atas lahan seluas 5 hingga 10 hektare yang disiapkan pemerintah daerah, dirancang sebagai pusat pendidikan terpadu untuk jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan.

Fasilitas yang akan tersedia meliputi ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan, pusat pembelajaran digital, asrama siswa dan guru, kantin sehat, klinik, lapangan olahraga, ruang ekstrakurikuler, serta ruang terbuka hijau.

Dengan 45 hari tersisa menuju target 20 Juni, kecepatan penambahan progres sekitar 5 persen per pekan menjadi tolok ukur kritis yang akan menentukan apakah seluruh lokasi bisa diserahterimakan tepat waktu.

Penulis: Arif Budiman
Editor: Surya Dharma