Teras News — Kemampuan tempur laut Indonesia berpotensi mendapat suntikan signifikan. Jepang secara resmi menawarkan dua jenis alutsista (alat utama sistem persenjataan) unggulan kepada Indonesia, yakni kapal fregat kelas Mogami dan kapal selam, dalam kerangka kerja sama pertahanan bilateral kedua negara.
Tawaran ini mencakup alutsista kategori strategis yang selama ini menjadi tulang punggung kekuatan angkatan laut modern. Kapal fregat Mogami merupakan kapal perang multiguna generasi terbaru milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang, dirancang untuk operasi antikapal selam, antipermukaan, dan pertahanan udara. Kapal selam, di sisi lain, adalah aset deterren bawah laut yang keberadaannya langsung memengaruhi keseimbangan kekuatan di kawasan.
Fregat Mogami: Kapal Perang Generasi Terbaru Jepang
Fregat kelas Mogami bukan kapal sembarangan. Jepang mengembangkan kelas ini sebagai penerus fregat lama dengan teknologi yang lebih ringkas, lebih otonom, dan lebih ekonomis dari sisi operasional. Bobot kapal ini sekitar 3.900 ton dengan panjang mendekati 133 meter, cukup untuk membawa sistem senjata lengkap termasuk rudal permukaan ke udara dan torpedo antikapal selam.
Baca Juga:
Bagi TNI Angkatan Laut, penambahan fregat sekelas ini akan langsung memperkuat komponen tempur permukaan, terutama untuk patroli Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia yang luasnya mencapai ribuan kilometer persegi.
Kapal Selam Masuk Paket Tawaran
Tawaran kapal selam dari Jepang menarik perhatian lebih besar. Indonesia saat ini mengoperasikan sejumlah kapal selam, namun armada bawah laut TNI AL masih jauh dari kebutuhan ideal untuk mengamankan perairan nusantara. Kehadiran kapal selam tambahan, apalagi dari negara dengan teknologi maritim sekelas Jepang, berpotensi mengubah kalkulasi pertahanan kawasan secara nyata.
Jepang sendiri dikenal memproduksi kapal selam kelas Soryu dan Taigei yang termasuk dalam kategori kapal selam diesel-elektrik paling canggih di dunia saat ini.
Konteks Diplomasi Pertahanan RI-Jepang
Tawaran ini muncul di tengah tren penguatan kerja sama pertahanan Indonesia dengan berbagai negara mitra. Jepang, yang dalam beberapa tahun terakhir melonggarkan kebijakan ekspor senjatanya, kini lebih aktif menawarkan alutsista kepada negara-negara mitra strategis di kawasan Indo-Pasifik.
Indonesia dan Jepang memiliki hubungan pertahanan yang terus berkembang, termasuk latihan militer bersama dan transfer teknologi di sektor industri pertahanan. Tawaran fregat dan kapal selam ini menjadi salah satu yang paling konkret sejauh ini dalam relasi pertahanan bilateral kedua negara.
Keputusan akhir atas tawaran ini ada di tangan pemerintah Indonesia, dengan mempertimbangkan kebutuhan operasional TNI, anggaran pertahanan, serta kebijakan aliansi dan netralitas aktif yang selama ini dijaga Jakarta dalam pergaulan internasional.
Editor: Ratna Dewi