Berita

Kemdiktisaintek Bidik 10.000-20.000 Alumni Inggris untuk Perkuat Pendidikan Tinggi Indonesia

10
×

Kemdiktisaintek Bidik 10.000-20.000 Alumni Inggris untuk Perkuat Pendidikan Tinggi Indonesia

Sebarkan artikel ini

Teras News — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menjajaki peluang kerja sama dengan Indonesian Association of British Alumni (IABA) guna mempercepat transformasi pendidikan tinggi dan pengembangan sumber daya manusia Indonesia.

“Kita semua tahu bahwa ilmuwan dari perguruan tinggi luar negeri adalah juga aset negara kita, dengan insight, jejaring, dan pengalaman yang diharapkan bisa berkontribusi dalam percepatan pembangunan Indonesia,” kata Mendiktisaintek Brian dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

IABA Punya 600 Doktor dan Puluhan Ribu Alumni

IABA merupakan organisasi yang menghimpun alumni Indonesia dari perguruan tinggi di Britania Raya. Organisasi ini memiliki 600 lulusan doktoral, sedangkan total alumni Indonesia dari universitas Inggris diperkirakan mencapai 10.000 hingga 20.000 orang. Besarnya jaringan inilah yang mendorong Kemdiktisaintek membuka pintu kolaborasi.

Menteri Brian menyoroti pengalaman negara-negara Asia Timur sebagai pelajaran. Jepang, Korea Selatan, dan China, menurutnya, berhasil maju pesat salah satunya karena secara aktif memanfaatkan lulusan luar negeri dan diaspora untuk membangun kapasitas dalam negeri.

Dorong Joint Degree hingga Mentorship Profesor dari Oxford dan Cambridge

Kerja sama yang dibidik bukan sekadar jaringan alumni. Kemdiktisaintek mendorong bentuk kolaborasi yang bersifat transfer kapasitas secara langsung bagi kampus-kampus Indonesia, mencakup program joint degree, double degree, mentorship profesor, serta program kolaboratif lainnya.

Pemerintah bahkan sudah mengincar mitra dari jajaran universitas paling bergengsi di dunia. “Pemerintah juga sedang menjajaki kerja sama mentorship dengan kampus top Inggris seperti University of Oxford, University of Cambridge, dan Imperial College London untuk penguatan kapasitas universitas di Indonesia,” ujar Brian.

Di sisi yang sama, ia menekankan pentingnya keseimbangan. Mengirim mahasiswa ke luar negeri tidak boleh berjalan tanpa diimbangi penguatan kualitas kampus di dalam negeri.

Kedua Pihak Sepakat Buka Ruang Tindak Lanjut

Pertemuan antara Kemdiktisaintek dan IABA menghasilkan kesepakatan untuk membuka ruang tindak lanjut dan kolaborasi teknis. Rencana ini sejalan dengan arahan Presiden RI yang mendorong pengembangan SDM sebagai tulang punggung pembangunan nasional.

Penjajakan dengan IABA bukan satu-satunya yang tengah digarap Kemdiktisaintek. Kementerian ini sebelumnya juga telah membuka peluang kolaborasi pendidikan dengan Palestina, memperkuat hubungan diplomasi sains dengan Australia, serta menggandeng Universitas Harvard untuk memperkuat pendidikan kedokteran di Tanah Air.

Langkah konkret dari penjajakan bersama IABA kini dinantikan, termasuk bentuk program dan universitas Indonesia mana saja yang akan masuk dalam skema kolaborasi tersebut.

Penulis: Rizky Pratama
Editor: Surya Dharma