Internasional

Harga Minyak Dunia Tembus USD 126 per Barel Setelah Trump Ancam Blokade Iran Berbulan-bulan

6
×

Harga Minyak Dunia Tembus USD 126 per Barel Setelah Trump Ancam Blokade Iran Berbulan-bulan

Sebarkan artikel ini

Teras News — USD 126 per barel. Angka itu menjadi patokan baru harga minyak dunia setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman blokade terhadap Iran yang disebutnya bisa berlangsung berbulan-bulan. Lonjakan tajam ini langsung mengguncang pasar energi global.

Trump Umumkan Ancaman Blokade Iran

Trump memperingatkan bahwa AS siap memberlakukan blokade terhadap Iran dalam jangka waktu panjang. Ancaman itu bukan sekadar gertakan diplomatik biasa. Pasar minyak dunia langsung bereaksi keras, mendorong harga minyak melonjak melampaui ambang USD 126 per barel, seperti dilaporkan Sindonews.

Blokade Iran, jika benar diterapkan, akan memutus salah satu jalur pasokan minyak mentah yang selama ini memengaruhi keseimbangan suplai global. Iran tercatat sebagai salah satu produsen minyak besar di kawasan Timur Tengah dan anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Lonjakan Harga Langsung Terasa di Pasar Global

Kenaikan harga minyak ke level USD 126 per barel mencerminkan kekhawatiran pelaku pasar atas potensi gangguan suplai dalam skala besar. Setiap eskalasi konflik atau kebijakan yang mengancam aliran minyak dari kawasan Teluk Persia secara historis selalu memicu volatilitas tajam di pasar energi dunia.

Ketegangan antara Washington dan Teheran bukan hal baru. Namun pernyataan Trump soal durasi blokade yang bisa bertahan berbulan-bulan menambah dimensi baru dalam tekanan geopolitik yang sudah berlangsung lama antara kedua negara.

Dampak Potensial bagi Konsumen dan Ekonomi Global

Harga minyak yang melonjak ke level USD 126 per barel berpotensi mendongkrak biaya energi secara luas, mulai dari harga bahan bakar di pompa bensin hingga ongkos logistik dan produksi industri di berbagai negara. Negara-negara importir minyak, termasuk sejumlah negara Asia, akan merasakan tekanan paling langsung dari kenaikan ini.

Situasi di pasar energi global kini bergantung pada perkembangan sikap Washington terhadap Teheran dalam waktu dekat.

Penulis: Surya Dharma
Editor: Ratna Dewi