Teras News — PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menjalankan program penanganan stunting selama 60 hari yang menyasar balita di wilayah lingkar tambang Gosowong, Halmahera Utara. Program bertajuk NHM Peduli ini difokuskan pada intervensi gizi langsung bagi anak-anak yang berisiko mengalami gangguan tumbuh kembang akibat kekurangan nutrisi.
Inisiatif ini selaras dengan program percepatan penurunan angka stunting yang digalakkan pemerintah pusat sebagai salah satu prioritas nasional dalam pembangunan sumber daya manusia.
Intervensi Gizi Langsung Selama Dua Bulan di Gosowong
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Anak yang mengalami stunting tidak hanya memiliki tinggi badan di bawah rata-rata, tetapi juga berisiko mengalami keterlambatan perkembangan kognitif yang berdampak jangka panjang.
Baca Juga:
Program 60 hari yang dijalankan NHM menargetkan balita di komunitas sekitar area operasional tambang Gosowong. Wilayah lingkar tambang kerap menjadi perhatian dalam agenda tanggung jawab sosial perusahaan, mengingat masyarakat di sekitar kawasan ekstraktif sering kali memerlukan dukungan tambahan dalam akses layanan kesehatan dan gizi.
Bagian dari Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Tambang
NHM adalah perusahaan pertambangan emas yang beroperasi di Halmahera Utara, Maluku Utara. Program NHM Peduli merupakan wujud komitmen sosial perusahaan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasinya.
Penanganan stunting melalui sektor swasta, khususnya perusahaan tambang, kini semakin didorong pemerintah sebagai bagian dari kolaborasi multipihak. Angka stunting nasional masih menjadi pekerjaan rumah besar, dan keterlibatan korporasi lewat program terstruktur seperti ini menjadi salah satu jalur intervensi yang diharapkan memberi dampak nyata di tingkat komunitas.
Program 60 hari penanganan stunting di lingkar tambang Gosowong kini tengah berjalan, dan hasilnya akan menjadi tolok ukur seberapa jauh program berbasis komunitas dari sektor swasta mampu berkontribusi pada target penurunan stunting nasional.
Editor: Ratna Dewi