Berita

Hilirisasi Tahap II Digenjot, Pengamat Sebut Nilai Tambah Ekonomi Nasional Bakal Melonjak

14
×

Hilirisasi Tahap II Digenjot, Pengamat Sebut Nilai Tambah Ekonomi Nasional Bakal Melonjak

Sebarkan artikel ini

Teras News — Nilai tambah ekonomi nasional berpotensi melonjak signifikan. Itulah proyeksi yang mengemuka seiring pemerintah menggenjot kelanjutan proyek hilirisasi nasional tahap II, program transformasi industri yang dirancang untuk mengolah sumber daya alam di dalam negeri sebelum diekspor.

Pengamat ekonomi menilai, dorongan pada hilirisasi tahap II bukan sekadar kelanjutan agenda sebelumnya. Program ini disebut membawa misi yang lebih besar: mendongkrak nilai tambah komoditas domestik sekaligus memperluas sumber pendapatan negara dari sektor industri pengolahan.

Hilirisasi Tahap II: Dari Komoditas Mentah ke Produk Bernilai Tinggi

Hilirisasi, dalam konteks kebijakan industri Indonesia, merujuk pada proses pengolahan bahan baku atau komoditas mentah menjadi produk jadi atau setengah jadi sebelum keluar dari negeri. Strategi ini bertujuan agar Indonesia tidak terus-menerus menjual bahan mentah dengan harga murah di pasar global.

Pada tahap pertama, fokus utama hilirisasi tertuju pada sektor nikel dan mineral kritis lainnya. Larangan ekspor bijih nikel mentah yang diberlakukan pemerintah menjadi tonggak awal. Tahap kedua diharapkan memperluas cakupan itu ke lebih banyak komoditas strategis.

Para pengamat menyebut, jika tahap kedua berjalan sesuai target, dampaknya akan terasa langsung pada dua indikator utama: pertumbuhan ekonomi dan penerimaan negara. Industri hilir yang tumbuh berarti lebih banyak lapangan kerja, lebih banyak aktivitas produksi, dan lebih besar pajak yang masuk ke kas negara.

Pendapatan Negara Jadi Taruhan

Salah satu argumen terkuat di balik percepatan hilirisasi tahap II adalah soal pendapatan negara. Ketika komoditas diolah lebih lanjut di dalam negeri, nilai jualnya jauh melampaui harga bahan mentah. Selisih nilai itulah yang berpotensi memperbesar penerimaan pajak dan royalti bagi pemerintah.

Pengamat menilai proyek ini bisa mendongkrak ekonomi sekaligus menambah pendapatan negara, seperti dilaporkan Sindonews. Namun realisasinya sangat bergantung pada kecepatan pembangunan infrastruktur pendukung, kepastian investasi, dan konsistensi kebijakan.

Tantangan bukan hal kecil. Hilirisasi membutuhkan investasi besar di sektor smelter, pabrik pengolahan, dan ekosistem industri pendukung. Tanpa kepastian regulasi jangka panjang, investor cenderung menahan diri.

Kelanjutan Agenda Transformasi Industri

Pemerintah menempatkan hilirisasi sebagai salah satu pilar utama transformasi ekonomi Indonesia. Target jangka panjangnya adalah menjadikan Indonesia pemain industri, bukan sekadar pemasok bahan baku bagi negara-negara maju dan berkembang lainnya.

Tahap kedua program ini memperluas ambisi tersebut. Komoditas yang masuk dalam peta jalan hilirisasi tidak lagi hanya mineral, tetapi merambah ke sektor lain yang selama ini masih diekspor dalam bentuk mentah atau setengah jadi.

Publik dan pelaku industri kini menunggu detail konkret dari pemerintah soal komoditas prioritas, skema insentif investasi, dan target waktu yang ditetapkan untuk hilirisasi tahap II ini. Kejelasan peta jalan itulah yang akan menentukan seberapa cepat potensi ekonomi program ini benar-benar terwujud.

Penulis: Ahmad Fauzan
Editor: Ratna Dewi