Internasional

E-Commerce China Tumbuh 8 Persen di Q1 2026, Kopi Indonesia Melonjak 284,9 Persen

15
×

E-Commerce China Tumbuh 8 Persen di Q1 2026, Kopi Indonesia Melonjak 284,9 Persen

Sebarkan artikel ini

Teras News — Penjualan ritel daring China tumbuh 8 persen secara tahunan pada kuartal pertama 2026. Kementerian Perdagangan China mengumumkan angka tersebut pada Rabu (29/4), menyebut kebijakan pemerintah dan kampanye promosi sebagai pendorong utama.

Pertumbuhan itu merata di berbagai segmen. Penjualan daring barang konsumsi menyumbang 24,8 persen dari total transaksi ritel, sementara dua produk teknologi mencatat lonjakan paling tajam: kacamata pintar melonjak 161,9 persen dan kamera digital naik 71,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Layanan Digital Ikut Terdongkrak, Pertanian Tumbuh 14,7 Persen

Tidak hanya barang fisik. Sektor jasa yang dipesan secara daring juga mencatat kenaikan signifikan pada Januari–Maret 2026. Pemesanan perjalanan secara daring naik 33,4 persen, sedangkan layanan katering tumbuh 21,6 persen secara tahunan.

Produk pertanian turut mencatat pertumbuhan 14,7 persen. Nilai transaksi e-commerce untuk produk-produk industri utama naik 10,5 persen pada kuartal yang sama.

Biji Kopi Indonesia Melonjak Hampir Tiga Kali Lipat

Di antara deretan angka pertumbuhan itu, ekspor biji kopi Indonesia ke China mencatat rekor lonjakan 284,9 persen pada Q1 2026. Angka itu jauh melampaui produk mitra dagang lain yang juga masuk dalam program serupa.

Kementerian Perdagangan China mengaitkan lonjakan ekspor dari sejumlah negara mitra ini dengan inisiatif e-commerce Jalur Sutra, program yang dirancang untuk memperluas akses produk asing ke pasar daring China. Pembersih wajah dari Hongaria naik 186,6 persen, sementara plum dari Chile tumbuh 133,2 persen dalam periode yang sama.

Inisiatif Jalur Sutra Digital merupakan bagian dari kerangka Belt and Road Initiative (BRI) yang lebih luas, yakni proyek konektivitas ekonomi global yang digagas China dan melibatkan ratusan negara. Dalam konteks e-commerce, program ini memberi jalur khusus bagi produk dari negara-negara mitra untuk masuk ke platform belanja daring besar di China.

Pertumbuhan e-commerce China di Q1 2026 ini datang di tengah tekanan eksternal yang masih membayangi perekonomian negara itu, termasuk ketegangan dagang dengan Amerika Serikat yang kembali memanas sejak awal tahun. Pasar domestik yang kuat, ditopang konsumsi daring yang terus meluas, menjadi salah satu penyangga ekonomi China menghadapi gejolak tersebut.

Penulis: Bayu Saputra
Editor: Surya Dharma