Teras News — Bandara Changi Singapura, yang selama ini dikenal sebagai salah satu bandara tersibuk di Asia Tenggara, kini bersiap menghadirkan pengalaman perjalanan eksklusif bagi kelas penumpang tertentu. Changi Airport Group memulai pembangunan ulang terminal privat mewah yang diperuntukkan bagi penumpang premium, memanfaatkan lokasi bekas terminal lama.
Bekas Terminal Lama Disulap Jadi Fasilitas Kelas Atas
Changi Airport Group mengumumkan proyek ini sebagai bagian dari renovasi kawasan terminal yang sudah tidak beroperasi secara reguler. Bekas terminal lama tersebut kini dialihfungsikan sepenuhnya untuk melayani segmen penumpang premium. Langkah ini mencerminkan strategi bandara Changi untuk memperkuat posisinya sebagai pusat penerbangan kelas dunia, khususnya di segmen layanan privat dan korporat yang permintaannya terus tumbuh pascapandemi.
Terminal privat semacam ini, yang dalam industri penerbangan dikenal sebagai Fixed Base Operator (FBO) atau terminal penerbangan umum, biasanya menyediakan jalur pemrosesan keimigrasian tersendiri, ruang tunggu eksklusif, dan akses langsung ke apron pesawat tanpa harus melewati terminal umum. Penumpang yang menggunakan layanan ini umumnya adalah tamu VVIP, eksekutif korporat, atau pemilik pesawat jet pribadi.
Baca Juga:
Changi Perkuat Segmen Penerbangan Privat
Singapura secara konsisten masuk dalam daftar destinasi bisnis paling aktif di kawasan Asia-Pasifik. Dengan proyek ini, Changi Airport Group memperluas cakupan layanannya agar tidak hanya melayani penerbangan komersial massal, tetapi juga memenuhi kebutuhan kalangan yang menuntut privasi dan kecepatan layanan di bandara.
Pembangunan ulang terminal ini masih berlangsung. Changi Airport Group belum merilis jadwal penyelesaian maupun detail teknis lebih lanjut mengenai kapasitas dan fasilitas spesifik yang akan tersedia di terminal baru tersebut.
Editor: Ratna Dewi