Berita

Sistem Tol MLFF Belum Siap Diluncurkan, BPJT: Masih Tahap Functional Test

19
×

Sistem Tol MLFF Belum Siap Diluncurkan, BPJT: Masih Tahap Functional Test

Sebarkan artikel ini

Teras News — Sistem transaksi tol nirsentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) belum akan segera hadir di jalanan Indonesia. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Wilan Oktavian memastikan proyek ini masih berada di tahap pra-uji coba, bukan uji coba terbuka.

MLFF adalah teknologi yang memungkinkan pengguna jalan tol membayar secara otomatis tanpa perlu membuka kaca atau berhenti di gerbang tol. Sistem ini mengandalkan perangkat di kendaraan yang terhubung dengan aplikasi digital, sehingga proses pembayaran terjadi saat kendaraan melintas tanpa interaksi fisik sama sekali.

Functional Test Jadi Penentu Sebelum Uji Coba Lebih Luas

Wilan menyebut tahap yang sedang berjalan saat ini adalah functional test, yakni pengujian fungsionalitas sistem secara internal sebelum dibuka ke publik. Tanpa lulus tahap ini, sistem tidak akan naik ke fase berikutnya.

“Saat ini kami masih berada pada tahap pra-uji coba yang mencakup functional test. Tahapan ini penting untuk memastikan kesiapan sistem sebelum masuk ke fase uji coba dan evaluasi secara menyeluruh,” jelas Wilan, Minggu (26/4/2026).

Ia menekankan bahwa MLFF bukan sekadar urusan alat dan perangkat. “Implementasi MLFF tidak bisa hanya dilihat sebagai penerapan teknologi, tetapi merupakan transformasi sistem secara menyeluruh. Karena itu, setiap tahapan harus dilakukan secara hati-hati agar sistem berjalan optimal dan tidak menimbulkan risiko di lapangan,” katanya.

Literasi Digital Pengguna Jadi Tantangan Nyata

Bukan cuma soal teknologi. BPJT mengakui kesiapan pengguna menjadi salah satu variabel yang paling sulit dikendalikan.

Penetrasi smartphone di Indonesia memang relatif tinggi, tapi Wilan mengingatkan bahwa akses perangkat saja tidak cukup. Literasi digital masyarakat masih beragam, dan kepatuhan pengguna terhadap sistem baru yang belum pernah mereka coba sebelumnya juga menjadi pertanyaan besar.

“Adopsi sistem baru membutuhkan kesiapan perilaku. Oleh karena itu, perlu disiapkan proses adaptasi dan sosialisasi agar masyarakat dapat menggunakan sistem ini dengan baik,” tambah Wilan.

Regulasi dan Keamanan Data Masih Dimatangkan

Di luar kesiapan pengguna, pemerintah juga terus mengerjakan ekosistem pendukung MLFF. Koordinasi dengan Badan Usaha Pelaksana MLFF dan berbagai pemangku kepentingan mencakup empat area: penyelarasan regulasi, integrasi sistem, keamanan data, dan dukungan operasional.

Keamanan data menjadi perhatian serius mengingat sistem MLFF akan merekam data kendaraan dan transaksi pengguna secara real-time. Kerangka perlindungan data ini harus tuntas sebelum sistem dibuka ke publik.

Pemerintah menargetkan MLFF ke depan dapat mengurangi antrean di gerbang tol, memperlancar lalu lintas, dan meningkatkan efisiensi perjalanan pengguna jalan tol nasional. Namun kapan tepatnya sistem ini siap diuji secara luas, BPJT belum menetapkan jadwal resmi.

Penulis: Bayu Saputra
Editor: Arif Budiman