Berita

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita Bawa Rombongan Kepala Dinas Bermalam di Desa Senepo, Warga Bebas Ngomong Langsung

12
×

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita Bawa Rombongan Kepala Dinas Bermalam di Desa Senepo, Warga Bebas Ngomong Langsung

Sebarkan artikel ini

Teras News — Jumat (24/4/2026) sore, rombongan besar pejabat Pemerintah Kabupaten Ponorogo tiba di Desa Senepo, Kecamatan Slahung. Bukan untuk seremoni singkat lalu pulang, melainkan untuk menginap, menyebar di rumah-rumah warga, dan mendengar langsung apa yang selama ini sulit tersampaikan ke kantor dinas.

Inilah pelaksanaan perdana Bunga Desa, akronim dari Bunda Menginap di Desa. Program ini digulirkan Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita, yang akrab disapa Bunda Lis, sebagai cara menjemput aspirasi warga tanpa birokrasi berlapis.

Kepala Dinas Menginap di Rumah Warga, Dialog Berlangsung Tanpa Sekat

Para kepala dinas dan kepala badan tidak menginap di hotel atau gedung pemerintah. Mereka menyebar ke rumah-rumah penduduk agar interaksi berjalan intens dan setara. Malam itu, sebelum acara Srawung Warga digelar di Balai Desa Senepo, warga menyambut rombongan dengan sajian seni kerawitan.

Srawung Warga menjadi ruang dialog terbuka. Warga antusias. Pertanyaan, keluhan, hingga usulan pembangunan mengalir langsung ke pejabat yang berwenang menanganinya.

“Selama ini masyarakat akan kesulitan kalau harus menemui satu per satu kepala dinas. Polanya kita balik, para pejabat yang turun ke desa sehingga aspirasi apapun dapat disampaikan tanpa sekat,” kata Bunda Lis, yang tercatat sebagai bupati perempuan pertama di Ponorogo.

Alasan membawa rombongan besar pun disengaja. “Saya mengajak semua kepala dinas ikut Bunga Desa yang pertama. Kenapa rombongannya banyak, supaya masyarakat dapat menyampaikan unek-unek langsung ke pejabat terkait,” ungkapnya.

Tradisi Longkangan Jadi Bagian Agenda Karisma Event Ponorogo

Keesokan harinya, Sabtu (25/4/2026), rombongan menyaksikan tradisi Longkangan, upacara adat khas Desa Senepo yang masuk dalam agenda budaya unggulan Karisma Event Ponorogo (KEPO). Rombongan baru meninggalkan Senepo pada sore hari.

Program Bunga Desa bukan sekadar kunjungan lapangan biasa. Pemkab Ponorogo memanfaatkannya untuk menggali potensi desa yang dinilai belum tergarap maksimal. “Mulai potensi ekonomi, pariwisata, maupun kearifan lokal,” tegas Bunda Lis.

“Kami menampung banyak aspirasi, masyarakat menyampaikannya secara jujur,” tambahnya.

Ke depan, program Bunga Desa direncanakan bergulir ke desa-desa lain di Kabupaten Ponorogo. Warga desa mana yang bakal dikunjungi berikutnya masih ditunggu pengumuman dari Pemkab.

Penulis: Siti Rahma
Editor: Arif Budiman