Berita

16.112 Peserta Ikuti Magang Nasional Batch I, Kemnaker Temukan Penyelewengan dan Ketimpangan Wilayah

11
×

16.112 Peserta Ikuti Magang Nasional Batch I, Kemnaker Temukan Penyelewengan dan Ketimpangan Wilayah

Sebarkan artikel ini

Teras News — 16.112 — itulah jumlah peserta yang mengikuti Program Pemagangan Nasional Batch I yang resmi ditutup Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) pada Jumat (24/4/2026). Program magang nasional yang berlangsung selama enam bulan, dari Oktober 2025 hingga April 2026, itu menyimpan sejumlah catatan serius: ditemukan penyelewengan dalam pelaksanaannya, dan distribusi peserta yang masih terlalu menumpuk di Pulau Jawa.

Penyelewengan Ditemukan dalam Evaluasi Program Magang

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengakui adanya tindakan penyelewengan selama program berlangsung. Ia tidak merinci jenis pelanggaran yang ditemukan, namun evaluasi menyeluruh pasca-program telah dilakukan Kemnaker sebagai dasar perbaikan batch berikutnya.

Ketimpangan geografis juga jadi soal. Kemnaker menekankan agar pelaksanaan program ke depan tidak lagi terpusat di Jawa, melainkan menyebar ke seluruh wilayah Indonesia demi memberi kesempatan lebih adil bagi putra-putri daerah. Program juga akan diperluas agar tidak hanya terbuka bagi jurusan atau program studi tertentu.

“Tahun ini fokusnya memberikan pengalaman kerja. Ke depan, kami ingin tidak hanya pengalaman kerja, tetapi juga memastikan peserta memiliki sertifikat kompetensi dan peluang lebih besar untuk diserap oleh industri,” kata Yassierli dalam siaran pers, Sabtu (25/4/2026).

Sertifikasi Gratis Menanti 16.112 Peserta

Usai magang, seluruh peserta akan mengikuti uji kompetensi di balai pelatihan Kemnaker atau Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang bermitra dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikasi ini gratis.

“Kami mengajak adik-adik peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini karena sertifikasi kompetensi diberikan secara gratis sebagai pengakuan atas keterampilan yang dimiliki,” ujar Yassierli.

Sertifikasi kompetensi merupakan dokumen formal yang mengakui kemampuan seseorang di bidang kerja tertentu, dan kerap menjadi syarat tambahan yang dicari perusahaan saat rekrutmen. Bagi lulusan yang belum memiliki pengalaman panjang, sertifikat ini bisa menjadi pembeda di pasar kerja.

Kemnaker Dorong Perusahaan Lebih Aktif Buka Lowongan lewat SiapKerja

Kemnaker terus mengembangkan platform digital SiapKerja, khususnya fitur KarirHub, sebagai sarana konsolidasi informasi lowongan kerja dari berbagai sektor, termasuk peluang di luar negeri. Yassierli mendorong peserta magang memanfaatkan platform tersebut setelah menyelesaikan uji kompetensi.

“Kami terus mengintegrasikan SiapKerja dengan portal-portal swasta agar seluruh lowongan kerja, baik di dalam maupun luar negeri, dapat terkonsolidasi dalam satu platform,” katanya.

Perusahaan yang terlibat dalam batch pertama juga mendapat perhatian khusus. Kemnaker mencatat sejumlah perusahaan telah menjalankan praktik pemagangan yang baik, antara lain melalui pemberian proyek kerja nyata, evaluasi berkala, dan pendampingan langsung kepada peserta. Skema kemitraan ini akan diperkuat dan diperluas di batch berikutnya, termasuk kajian soal kontribusi perusahaan yang lebih terstruktur dalam pembinaan peserta.

Program Pemagangan Nasional merupakan bagian dari strategi penguatan kompetensi tenaga kerja yang dirancang Kemnaker untuk menjembatani kesenjangan antara kebutuhan industri dan kesiapan lulusan. Dengan temuan pelanggaran dan ketimpangan wilayah yang teridentifikasi di batch pertama, perhatian publik kini tertuju pada bagaimana Kemnaker merancang batch kedua agar lebih merata dan lebih ketat pengawasannya.

Penulis: Rizky Pratama
Editor: Arif Budiman