Teras News — Sebanyak 284 siswa hadir sekaligus dalam satu kunjungan ke jantung pemerintahan. Ratusan pelajar SMAN 2 Jakarta itu memenuhi Kantor Sekretariat Kabinet pada Kamis (23/4/2026) dalam rangka program “Istana untuk Anak Sekolah”, inisiatif yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk mendekatkan generasi muda dengan institusi kepresidenan.
Ratusan Pelajar Masuk Kantor Setkab RI
Kamis (23/4/2026) pagi, suasana Kantor Sekretariat Kabinet berubah jauh lebih ramai dari biasanya. Para siswa tiba dalam rombongan besar dan langsung disambut oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kegiatan dibuka dengan sesi edukatif yang dirancang untuk memperkenalkan fungsi dan peran lembaga negara kepada peserta.
Kehadiran Seskab Teddy untuk menyapa langsung ratusan pelajar itu mencerminkan keseriusan program ini sebagai agenda resmi pemerintahan, bukan sekadar kunjungan seremonial biasa.
Baca Juga:
Program Istana untuk Anak Sekolah: Apa Itu?
“Istana untuk Anak Sekolah” merupakan program yang dirancang atas inisiatif Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya satu: membuka akses seluas-luasnya bagi pelajar Indonesia agar dapat mengenal langsung institusi kepresidenan, mulai dari istana negara hingga lembaga pendukung seperti Sekretariat Kabinet.
Program ini termasuk dalam deretan agenda prioritas pemerintahan Prabowo yang menargetkan keterlibatan generasi muda secara langsung dalam proses pemahaman tata negara. Sejak diluncurkan, program serupa telah menyasar berbagai sekolah di Indonesia dengan format kunjungan terpandu ke kawasan istana dan kantor-kantor pemerintahan pusat.
Rangkaian Kegiatan Edukatif Sepanjang Hari
Kunjungan 284 siswa itu tidak berhenti di sesi sambutan. Serangkaian kegiatan edukatif dijadwalkan berlangsung sepanjang hari, memberi peserta gambaran langsung tentang cara kerja lembaga negara di lingkungan kepresidenan.
Sekretariat Kabinet sendiri merupakan lembaga pemerintah yang bertugas memberikan dukungan teknis dan administratif kepada Presiden dan Kabinet dalam penyelenggaraan pemerintahan. Fungsinya mencakup pengelolaan sidang kabinet, penyiapan regulasi, hingga koordinasi kebijakan antar kementerian — tugas-tugas yang jarang diketahui publik secara luas, termasuk kalangan pelajar.
Dengan format kunjungan langsung seperti ini, para siswa mendapat kesempatan melihat dari dekat bagaimana roda pemerintahan berputar setiap harinya, sesuatu yang tidak bisa didapat hanya dari buku teks pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.
Editor: Arif Budiman