Internasional

Iran Tolak Bertemu Langsung Witkoff dan Kushner di Islamabad, Negosiasi Dialihkan Lewat Pakistan

12
×

Iran Tolak Bertemu Langsung Witkoff dan Kushner di Islamabad, Negosiasi Dialihkan Lewat Pakistan

Sebarkan artikel ini

Teras News — Sabtu (25/4/2026), delegasi Iran yang dipimpin Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi mendarat di Islamabad, Pakistan. Kedatangan itu bukan untuk duduk satu meja dengan utusan Amerika Serikat, melainkan untuk menyampaikan posisi Iran kepada pihak Pakistan sebagai perantara.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa para delegasinya tidak berencana menemui perwakilan AS secara langsung. “Kekhawatiran Iran akan disampaikan kepada Pakistan,” kata juru bicara tersebut, dilansir dari Reuters.

Pernyataan itu muncul tepat saat dua utusan khusus Presiden Donald Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, juga bertolak menuju Islamabad pada Sabtu pagi. Witkoff menjabat Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah, sedangkan Kushner memegang posisi Utusan Khusus AS untuk Perdamaian.

Sekretaris Pers Gedung Putih: Iran yang Meminta Pertemuan Tatap Muka

Sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt menjelaskan alasan pengiriman dua utusan itu ke Pakistan. Menurutnya, inisiatif justru datang dari pihak Iran. “Pihak Iran menghubungi kami dan meminta pertemuan tatap muka, seperti yang telah juga diminta Presiden Donald Trump,” katanya.

Leavitt menambahkan, “Jadi presiden mengutus Steve dan Jared untuk mendengarkan apa yang ingin mereka sampaikan, dan kami berharap percakapan itu akan produktif dan mudah-mudahan dapat memajukan proses menuju kesepakatan.”

Namun Leavitt mengakui pertemuan akhir pekan ini sepenuhnya berlangsung antara AS dan mediator Pakistan, bukan langsung dengan delegasi Iran. Ini berbeda dari rencana awal yang menginginkan dialog tatap muka antara kedua belah pihak.

Putaran Negosiasi Pertama Buntu, Vance Absen di Islamabad

Putaran negosiasi sebelumnya yang dipimpin Wakil Presiden AS JD Vance berakhir buntu. Kali ini, Vance tidak ikut berangkat ke Islamabad.

Leavitt menjelaskan posisi Vance tetap aktif dari Washington. “Wakil presiden tetap terlibat secara mendalam dalam seluruh proses ini, dan dia akan berada di Amerika Serikat, bersama dengan presiden dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, serta seluruh tim keamanan nasional untuk mendapatkan informasi terbaru,” ujarnya.

Trump Akui Belum Tahu Isi Tawaran Iran

Pada Jumat (24/4/2026), Trump mengaku kepada Reuters bahwa Iran sedang menyiapkan tawaran untuk memenuhi tuntutan AS. Tapi isinya belum ia ketahui. Ketika ditanya dengan siapa AS bernegosiasi, Trump menjawab singkat: “Saya tidak ingin mengungkapkan itu, tetapi kami berurusan dengan orang-orang yang berkuasa sekarang.”

Latar belakang situasi ini adalah konflik yang telah berlangsung delapan minggu. AS melancarkan kampanye pengeboman, sementara Iran merespons dengan memblokir Selat Hormuz, jalur laut strategis yang dilalui sebagian besar ekspor minyak kawasan. Dampaknya: ekspor minyak Iran terhenti dan harga bensin di AS melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Ribuan orang dilaporkan tewas sepanjang konflik berlangsung.

Pakistan mengambil peran sebagai pihak penengah dengan mengajukan proposal perundingan kepada kedua negara. Proposal itulah yang mendorong Araqchi terbang ke Islamabad, meski akhirnya memilih jalur komunikasi tidak langsung dengan delegasi AS.

Dilansir dari laporan CNBC Indonesia dan Reuters.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Arif Budiman