Teras News — Enam wilayah sekaligus — Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kendal, Salatiga, Grobogan, dan Demak, ditambah sebagian cabang olahraga di Blora — akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah XVII pada 25–31 Oktober 2026. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyebut ajang empat tahunan ini istimewa, justru karena dipersiapkan di tengah tekanan efisiensi anggaran.
“Porprov ini saya rasa sangat istimewa. Di tengah-tengah efisiensi dan lain sebagainya, tetapi kami punya semangat untuk bagaimana ini benar-benar bisa sukses,” kata Taj Yasin saat memimpin Rapat Koordinasi Panitia Besar Porprov Jateng XVII di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jateng, Kota Semarang, Jumat (25/4/2026).
Pembiayaan Porprov Lewat Dua Jalur: APBD dan Dana Pihak Ketiga
Ketua KONI Jawa Tengah, Sujarwanto Dwiatmoko, mengungkapkan skema pembiayaan Porprov terbagi dua. “Pertama, semua biaya yang timbul dibebankan pada APBD Provinsi Jawa Tengah. Kemudian yang kedua adalah sumber dana lain yang sah dan tidak mengikat,” jelasnya.
Baca Juga:
Skema kedua membuka ruang bagi dunia usaha untuk masuk. Sujarwanto menyebut partisipasi sektor swasta tidak sekadar sokongan dana, tapi juga bisa dimanfaatkan sebagai ajang promosi produk. “Artinya kita juga menerima partisipasi dari semua unsur yang ingin menyukseskan Porprov ini, sekaligus menjadi ajang promosi berbagai produk dunia usaha,” imbuhnya.
Taj Yasin menegaskan posisi pemerintah provinsi tidak bisa bekerja sendiri dalam penyelenggaraan sebesar ini. Koordinasi aktif dengan 35 kabupaten/kota dan seluruh pengurus cabang olahraga menjadi syarat agar pelaksanaan berjalan optimal.
“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada kebersamaan dan kolaborasi dari semua pihak, agar pelaksanaan Porprov ini bisa berjalan optimal,” tegasnya.
Atlet Berprestasi Disebut sebagai Aset Daerah, Jaminan Masa Depan Jadi Perhatian
Di luar urusan teknis penyelenggaraan, Pemprov Jateng juga menyoroti nasib atlet jangka panjang. Porprov XVII diharapkan menjadi ruang lahirnya atlet-atlet berprestasi yang nantinya bisa membawa nama Jawa Tengah di ajang nasional maupun internasional.
Pemerintah, kata Taj Yasin, mendorong koordinasi dengan kabupaten/kota agar atlet berprestasi mendapat jaminan masa depan yang konkret. “Para atlet ini adalah aset daerah. Kita ingin memastikan mereka tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki jaminan masa depan yang baik,” ujarnya.
Sujarwanto juga mendorong pembentukan tim-tim teknis penyelenggaraan yang melibatkan instansi terkait, guna memastikan setiap aspek pelaksanaan terkoordinasi dengan baik. Porprov XVII Jateng akan terpusat di kawasan Semarang Raya, dengan Blora sebagai lokasi tambahan untuk beberapa cabang olahraga tertentu.
Dilansir dari laporan Jateng Prov.
Editor: Ratna Dewi