Internasional

Dari Rp474 Miliar ke Rp118,7 Triliun, Polandia Gelontorkan Dana Drone 250 Kali Lipat dalam Tiga Tahun

11
×

Dari Rp474 Miliar ke Rp118,7 Triliun, Polandia Gelontorkan Dana Drone 250 Kali Lipat dalam Tiga Tahun

Sebarkan artikel ini

Teras News — Anggaran pengadaan drone Polandia melonjak dari sekitar Rp474,6 miliar pada 2023 menjadi Rp118,7 triliun yang direncanakan untuk 2026, sebuah kenaikan 250 kali lipat hanya dalam tiga tahun. Lonjakan itu disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Pertahanan Polandia, Cezary Tomczyk, di hadapan pers pada Rabu (tanpa rincian tanggal di sumber).

Tomczyk hadir di Lapangan Latihan Angkatan Udara Pusat di Ustka untuk menyaksikan pengujian sistem anti-drone. Di sanalah ia mengumumkan skala perubahan anggaran yang dramatis itu.

Dari 100 Juta Zloty ke 25 Miliar Zloty dalam Tiga Tahun

Tomczyk merinci angkanya dengan jelas. “Pada 2023, sekitar 100 juta zloty dihabiskan untuk pengadaan drone dan sistem anti-drone,” katanya. “Sementara itu, untuk 2026, pengeluaran ini direncanakan sebesar 25 miliar zloty.”

Dalam kurs yang berlaku, 100 juta zloty setara dengan sekitar Rp474,6 miliar, sedangkan 25 miliar zloty mencapai sekitar Rp118,7 triliun. Selisih keduanya mencerminkan betapa cepatnya Polandia memprioritaskan teknologi nirawak dalam postur pertahanannya.

Tomczyk menyebut perubahan ini bukan sekadar peningkatan anggaran biasa. “Kita sedang mengalami revolusi drone di Angkatan Darat Polandia,” ujarnya.

Sistem Anti-Drone Diuji di Ustka: Deteksi Suara hingga Klasifikasi Objek

Lapangan Latihan Angkatan Udara Pusat di Ustka menjadi lokasi pengujian sistem anti-drone yang tengah dikembangkan militer Polandia. Sistem itu dirancang untuk mendeteksi drone yang mendekat melalui sumber suara. Tidak berhenti di situ, sistem tersebut juga mampu merekam arah kedatangan drone, lalu melacak dan mengklasifikasikan objek yang terdeteksi.

Pengujian di Ustka menggambarkan tahap implementasi nyata dari lonjakan investasi drone yang diumumkan Tomczyk. Polandia tampaknya tidak hanya membangun armada drone serang atau pengintai, tetapi juga memperkuat lapisan pertahanan terhadap ancaman drone dari luar.

Dilansir dari laporan Antara/Sputnik/RIA Novosti.

Penulis: Ahmad Fauzan
Editor: Surya Dharma