Berita

Foto Anak di Media Sosial Bisa Jadi Pintu Masuk Predator Online, KPAI Peringatkan Bahaya Sharenting

12
×

Foto Anak di Media Sosial Bisa Jadi Pintu Masuk Predator Online, KPAI Peringatkan Bahaya Sharenting

Sebarkan artikel ini

Teras News — Kebiasaan orang tua mengunggah foto dan video anak di media sosial ternyata menyimpan risiko serius. Tanpa disadari, konten tersebut bisa menjadi celah bagi pelaku kejahatan siber untuk mendekati dan mengeksploitasi anak melalui praktik yang dikenal sebagai cyber grooming.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengingatkan bahaya di balik kebiasaan sharenting, yakni kebiasaan orang tua membagikan foto, video, dan informasi anak di media sosial maupun platform online. Anggota KPAI Kawiyan menyebut praktik ini berpotensi meningkatkan kerentanan anak terhadap cyber grooming, Kamis (22/5).

Cyber grooming sendiri adalah bentuk kekerasan berbasis daring yang dilakukan melalui pendekatan manipulatif. Pelakunya mendekati anak secara perlahan, membangun kepercayaan, lalu mengarahkan korban ke situasi eksploitasi seksual atau bentuk kejahatan lainnya.

Orang Tua Jadi Garis Pertahanan Pertama Anak di Dunia Digital

“Orang tua adalah benteng pertama perlindungan anak di ruang digital. Literasi digital dan kesadaran akan risiko sharenting menjadi sangat penting agar anak tidak terekspos secara berlebihan di ruang publik digital,” kata Kawiyan.

KPAI menegaskan bahwa upaya mencegah cyber grooming tidak bisa hanya bertumpu pada penegakan hukum. Perlindungan anak harus dimulai dari keluarga itu sendiri.

Yang memperparah situasi, ancaman ini kerap tidak terdeteksi sejak awal. Cyber grooming umumnya berlangsung secara halus, sehingga sulit dikenali, baik oleh anak sebagai korban maupun oleh orang tuanya.

Lima Celah yang Membuat Anak Rentan Jadi Korban

Kawiyan merinci sejumlah tantangan yang masih menghambat pencegahan cyber grooming di Indonesia. Pertama, rendahnya literasi digital pada anak maupun orang tua. Kedua, minimnya pengawasan penggunaan gawai oleh anak.

Komunikasi yang kurang terbuka antara orang tua dan anak soal aktivitas digital juga menjadi masalah. Anak-anak kerap berinteraksi di platform media sosial tanpa pendampingan orang dewasa. Lemahnya pemahaman tentang keamanan dan privasi digital melengkapi daftar celah yang ada.

Dampak yang ditimbulkan bukan sekadar risiko jangka pendek. KPAI menyebut ancaman ini dapat mempengaruhi keselamatan, kesehatan mental, hingga masa depan anak secara keseluruhan.

Dilansir dari laporan Antara.

Penulis: Novia Anggraini
Editor: Ratna Dewi