Teras News — Jakarta, 27 Juni 2026 — Showroom mobil bekas di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, mencatat perubahan drastis dalam pola pembelian warga. Mobil diesel bertenaga besar seperti Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero, dan Toyota Land Cruiser kini sepi peminat, tergeser oleh permintaan yang melonjak untuk kendaraan berbahan bakar bensin subsidi.
Irwan, salah satu penjaga showroom di kawasan itu, menyaksikan langsung pergeseran ini sejak harga BBM non-subsidi merangkak naik. Pembeli yang datang ke tokonya kini hampir semuanya mengincar Toyota Avanza atau Toyota Innova, terutama keluaran tahun 2020 ke atas.
“Pokoknya sekarang yang bensin lebih banyak diminati dibanding diesel, presentase penurunan penjualannya sekitar 40%-50% sekarang,” kata Irwan.
Baca Juga:
Avanza bekas tahun 2020 ke atas dijual di kisaran di bawah Rp 150 juta, sedangkan Innova dibanderol di bawah Rp 300 juta. Kedua model itu menjadi pilihan utama karena bisa diisi BBM bersubsidi yang harganya lebih terjangkau ketimbang solar atau Pertamax.
Roni, pengelola toko mobil lain di Blok M, menyebut Avanza keluaran 2015 pun masih laris. Ia menjual model tersebut seharga Rp 120 juta per unit, mengandalkan dua keunggulan utama: irit bahan bakar dan kapasitas penumpang yang cukup besar.
Nasib berbeda dialami Innova. Roni memangkas harga jual Innova keluaran 2016 karena konsumsi bensinnya dinilai terlalu boros untuk kondisi saat ini. “Innova justru karena agak boros kali ya, jadi harganya agak drop. Harga jual Innova ini tergantung keluaran tahun berapa, harganya bervariasi,” tandas Roni.
Fortuner, Pajero, dan Land Cruiser yang sebelumnya kerap jadi simbol status di pasar mobil bekas kini terparkir lebih lama di showroom. Ketiganya minum solar non-subsidi yang harganya sedang tinggi, membuat biaya operasional harian terasa berat bagi calon pembeli.
Berita Terkait
Editor: Arif Budiman

