Berita

Panduan Lengkap Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid: Urutan yang Benar agar Ibadah Sah

7
×

Panduan Lengkap Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid: Urutan yang Benar agar Ibadah Sah

Sebarkan artikel ini

Teras News — Bagi muslimah, mandi wajib setelah haid adalah syarat mutlak sebelum kembali menjalankan salat dan puasa. Tanpa bersuci dari hadas besar ini, seluruh ibadah fardhu yang dikerjakan dianggap tidak sah menurut hukum Islam.

Mandi haid, atau dalam fikih Islam disebut mandi junub dari hadas besar akibat siklus menstruasi, memiliki tata cara yang berbeda dari mandi biasa sehari-hari. Ada urutan dan rukun yang wajib dipenuhi agar proses bersuci ini dinyatakan sempurna.

Niat: Rukun Pertama yang Tidak Boleh Dilewati

Seluruh ulama sepakat bahwa niat adalah rukun utama mandi wajib. Niat diucapkan dalam hati bersamaan dengan mengalirkan air pertama ke seluruh tubuh. Lafal niatnya adalah: “Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari minal haidhi fardhan lillahi ta’ala” yang artinya: “Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar dari haid, fardhu karena Allah Ta’ala.”

Urutan Mandi Wajib yang Benar

Setelah niat, berikut urutan tata cara mandi wajib setelah haid yang perlu diikuti:

1. Mencuci kedua tangan sebanyak tiga kali sebelum memulai agar tangan dalam keadaan bersih saat menyentuh seluruh bagian tubuh.

2. Membersihkan area kemaluan dengan tangan kiri untuk menghilangkan najis atau kotoran yang tersisa.

3. Mencuci tangan kembali menggunakan sabun setelah membersihkan area kemaluan.

4. Berwudu secara sempurna seperti wudu untuk salat, mulai dari membasuh wajah, tangan hingga siku, mengusap kepala, hingga membasuh kaki.

5. Mengguyur air ke kepala sebanyak tiga kali sambil memastikan air meresap hingga ke pangkal rambut dan kulit kepala.

6. Membasuh seluruh tubuh dimulai dari sisi kanan lalu sisi kiri, pastikan tidak ada satu pun bagian tubuh yang terlewat dari aliran air, termasuk lipatan kulit dan sela-sela jari.

7. Membersihkan bekas darah jika masih ada, bisa menggunakan kapas atau kain yang diberi wewangian seperti minyak misik untuk memastikan tidak ada sisa yang tertinggal.

Setelah semua tahapan selesai, muslimah telah suci dari hadas besar dan boleh kembali menjalankan ibadah salat, puasa, membaca Al-Qur’an, maupun ibadah lain yang mensyaratkan kesucian.

Penulis: Siti Rahma
Editor: Arif Budiman