Internasional

Trump: Militer AS Tembak Jatuh 7 Kapal Iran di Selat Hormuz

7
×

Trump: Militer AS Tembak Jatuh 7 Kapal Iran di Selat Hormuz

Sebarkan artikel ini

Teras News — Militer Amerika Serikat mengklaim telah menghancurkan tujuh kapal kecil milik Iran di Selat Hormuz. Presiden Donald Trump mengumumkan langsung tindakan tersebut setelah insiden yang terjadi pada Senin (4/5).

Trump menyatakan angkatan bersenjata AS yang melakukan penembakan terhadap armada kecil Iran itu. Pengumuman ini menambah panjang daftar ketegangan antara Washington dan Teheran yang telah berlangsung selama bertahun-tahun di jalur perairan paling strategis di dunia itu.

Selat Hormuz, Titik Panas Energi Dunia

Selat Hormuz menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan Samudra Hindia. Sekitar 20 persen pasokan minyak mentah dunia melintas melalui jalur sempit ini setiap harinya, menjadikannya salah satu chokepoint (titik penyempitan jalur pelayaran) paling krusial bagi ekonomi global.

Iran selama ini menggunakan kedekatan geografisnya dengan selat tersebut sebagai kartu tekanan dalam berbagai negosiasi, termasuk soal program nuklir. Ketegangan di kawasan ini kerap berimbas langsung pada harga minyak di pasar internasional.

Ketegangan AS-Iran Kembali Memuncak

Insiden penembakan tujuh kapal ini terjadi di tengah pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran mengenai program nuklir Teheran yang kembali digelar dalam beberapa pekan terakhir. Ketegangan militer di Selat Hormuz bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, sejumlah kapal tanker pernah diserang dan Iran juga pernah menyita kapal-kapal yang dianggap melanggar perairan teritorialnya.

Hingga kini, pihak Iran belum merilis pernyataan resmi terkait klaim AS tersebut. Konfirmasi independen atas kejadian ini juga masih ditunggu dari berbagai pihak.

Dunia kini memantau perkembangan di Selat Hormuz dengan cermat, mengingat eskalasi sekecil apapun di jalur perairan itu berpotensi mengguncang pasar energi global dan memperumit upaya diplomatik yang sedang berjalan.

Penulis: Rizky Pratama
Editor: Ratna Dewi