Teras News — 3,52 persen — angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Magelang pada 2025, turun dari 3,55 persen di tahun sebelumnya. Untuk menekan angka itu lebih jauh, Pemerintah Kabupaten Magelang membuka serentak sejumlah pelatihan kerja di Aula Balai Latihan Kerja (BLK) setempat pada Rabu (10/6/2026), mencakup Pelatihan Bahasa Jepang, Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Gelombang II, serta Pelatihan Digital Marketing dan Content Creator.
Bidik Pasar Kerja Jepang lewat Pelatihan Bahasa
Pembukaan pelatihan dilakukan Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, David Rudiyanto, mewakili Bupati Magelang. Pada momen yang sama, pemerintah juga menutup Pelatihan Berbasis Kompetensi Gelombang I yang sebelumnya berjalan dengan pendanaan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
David menyebut pelatihan bahasa Jepang dirancang khusus untuk membuka akses warga ke pasar kerja luar negeri. “Pelatihan bahasa Jepang yang kita buka hari ini merupakan langkah strategis untuk menyiapkan tenaga kerja yang mampu bersaing di pasar kerja internasional, khususnya dalam memanfaatkan peluang kerja di Jepang,” katanya.
Baca Juga:
Jepang memang menjadi salah satu negara tujuan utama pekerja migran Indonesia. Permintaan tenaga kerja dari sektor manufaktur, perawatan lansia, hingga pertanian di negara itu terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan tekanan demografis akibat populasi yang menua.
Masyarakat Kurang Mampu Jadi Prioritas Peserta
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Magelang, Siti Zumaroh, menjelaskan bahwa pelatihan Bahasa Jepang 2026 merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah kabupaten dengan Baznas Kabupaten Magelang. Sasaran utamanya adalah masyarakat kurang mampu berdasarkan data Verifikasi Data Kemiskinan (VDK) desil 1 dan 2, yakni kelompok dengan kondisi ekonomi paling rentan.
Data BPS yang disampaikan Siti menjadi dasar evaluasi program. TPT Kabupaten Magelang memang menunjukkan tren menurun, dari 3,55 persen pada 2024 menjadi 3,52 persen pada 2025. Namun, pemerintah menilai perbaikan angka itu belum cukup alasan untuk memperlambat investasi di bidang pelatihan.
“Meski demikian, upaya peningkatan kompetensi tenaga kerja tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan, agar masyarakat semakin siap menghadapi kebutuhan dunia kerja,” ujar Siti.
Digital Marketing untuk Perkuat Ekonomi Kreatif Lokal
Pelatihan digital marketing dan content creator ditujukan untuk segmen berbeda: mereka yang ingin masuk atau bertahan di ekosistem industri kreatif dan wirausaha digital. David menyebut dua pelatihan ini menjawab tuntutan dunia kerja modern yang mensyaratkan keterampilan nyata, bukan sekadar ijazah.
Kepada seluruh peserta pelatihan, David menitipkan pesan yang lugas. “Disiplin, fokus, dan tidak mudah menyerah merupakan modal penting untuk meraih keberhasilan. Apa yang ditanam hari ini akan menjadi hasil yang dipanen di masa depan,” tegasnya.
Penyelenggaraan rangkaian pelatihan ini melibatkan sinergi antara pemerintah daerah, DBHCHT, dan Baznas Kabupaten Magelang. David menekankan pentingnya kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam menciptakan tenaga kerja yang mandiri dan berdaya saing. Keberhasilan program akan terlihat dari seberapa banyak lulusan pelatihan yang terserap dunia kerja, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Editor: Ratna Dewi