Berita

Survei LPI: Nama Jokowi Masih Jadi Penentu Nasib PSI di Mata Publik

40
×

Survei LPI: Nama Jokowi Masih Jadi Penentu Nasib PSI di Mata Publik

Sebarkan artikel ini

Teras News — Hasil survei Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) yang dipublikasikan belum lama ini menemukan bahwa nama Joko Widodo masih melekat kuat pada citra Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pengaruh mantan presiden itu dinilai signifikan terhadap tingkat kepercayaan publik kepada partai berlambang mawar merah tersebut.

LPI menyimpulkan bahwa Jokowi dan PSI dipersepsikan publik sebagai satu paket politik. Artinya, pasang surut popularitas Jokowi di mata masyarakat ikut mendorong atau menekan kepercayaan terhadap PSI secara bersamaan.

Jokowi Tinggalkan Istana, Pengaruhnya di PSI Tak Ikut Pergi

Jokowi resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai presiden pada Oktober 2024 setelah dua periode memimpin. Namun temuan LPI memperlihatkan bahwa kepergiannya dari kursi kekuasaan belum memutus ikatan persepsi publik antara dirinya dan PSI.

PSI dalam beberapa tahun terakhir memang kerap dikaitkan dengan lingkaran keluarga Jokowi. Putra sulungnya, Kaesang Pangarep, menjabat sebagai Ketua Umum PSI. Kedekatan itu yang kemungkinan besar memperkuat persepsi publik soal keterkaitan antara Jokowi dan partai tersebut.

Kepercayaan Publik Ikut Bergerak Seiring Citra Jokowi

Survei LPI menemukan bahwa citra Jokowi memberikan pengaruh yang bersifat langsung. Ketika kepercayaan publik terhadap Jokowi naik, PSI ikut terdongkrak. Sebaliknya, tekanan pada nama Jokowi berdampak pada persepsi terhadap partai.

Pola semacam ini lazim terjadi dalam politik Indonesia, di mana partai-partai baru yang belum memiliki basis ideologi kuat cenderung menyandarkan elektabilitas pada figur sentral. PSI yang baru melewati satu dekade kehadirannya di panggung politik nasional masih dalam proses membangun identitas yang mandiri di luar bayang-bayang tokoh tertentu.

Temuan ini menjadi sinyal yang perlu dicermati internal PSI menjelang berbagai kontestasi politik ke depan. Pertanyaannya kini: seberapa jauh partai mampu berdiri sendiri jika suatu saat nama Jokowi tidak lagi menjadi daya tarik bagi pemilih.

Penulis: Siti Rahma
Editor: Arif Budiman