Berita

Mahasiswa Trisakti dan Mercubuana Geruduk DPR, Tuntut Pemulihan Ekonomi dan Supremasi Sipil

5
×

Mahasiswa Trisakti dan Mercubuana Geruduk DPR, Tuntut Pemulihan Ekonomi dan Supremasi Sipil

Sebarkan artikel ini

Teras News — Demo mahasiswa kembali memadati kawasan gedung DPR RI di Jakarta, Jumat (19/6). Kali ini giliran mahasiswa Universitas Trisakti yang turun ke jalan, membawa tajuk Tritura atau Tiga Tuntutan Rakyat, menuntut pemerintah segera memulihkan kondisi ekonomi dan politik nasional.

Ratusan mahasiswa beralmamater biru dongker tampak memenuhi area depan gedung DPR. Mereka membawa spanduk, bendera, dan poster berisi tuntutan. Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa simbolis — massa datang dengan agenda yang jelas.

Tritura: Tiga Tuntutan yang Dibawa ke Pintu DPR

Nama Tritura yang dipilih massa Trisakti bukan tanpa makna. Istilah ini merujuk pada format tuntutan tiga poin yang historis dikenal dalam gerakan mahasiswa Indonesia. Dalam aksi Jumat (19/6) ini, tiga tuntutan yang diusung mencakup pemulihan ekonomi nasional, pemulihan kondisi politik, dan pengembalian supremasi sipil.

Pengembalian supremasi sipil menjadi tuntutan yang paling mencolok. Frasa ini merujuk pada desakan agar kendali atas kebijakan publik dan pemerintahan dikembalikan sepenuhnya kepada institusi sipil yang dipilih rakyat, bukan dikendalikan oleh kekuatan di luar itu.

Mahasiswa Mercubuana Ikut Bergabung

Aksi tidak hanya dihadiri civitas Trisakti. Puluhan mahasiswa dari Universitas Mercubuana turut bergabung dalam barisan. Kehadiran mereka memperluas basis demonstrasi, menunjukkan bahwa kekhawatiran yang mendorong aksi ini dirasakan melampaui satu kampus saja.

Warga yang melintas di sekitar kawasan DPR pada Jumat siang itu harus berhadapan dengan keramaian massa dan pengalihan lalu lintas yang kerap menyertai aksi sebesar ini. Aktivitas di sekitar gedung legislatif praktis terganggu selama demonstrasi berlangsung.

Massa menyuarakan tuntutan mereka dengan lantang di depan gedung DPR, menunggu respons dari wakil rakyat yang mereka harap turun menemui pengunjuk rasa.

Penulis: Ahmad Fauzan
Editor: Ratna Dewi