Berita

Anggota DPR Himmatul Aliyah Soroti Sungai dan Danau di Kabupaten Tangerang yang Tergerus Pembangunan

9
×

Anggota DPR Himmatul Aliyah Soroti Sungai dan Danau di Kabupaten Tangerang yang Tergerus Pembangunan

Sebarkan artikel ini

Teras News — Anggota Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Himmatul Aliyah, mengingatkan bahwa pesatnya pembangunan di Kabupaten Tangerang mulai mengancam fungsi sungai dan danau sebagai kawasan resapan air. Peringatan itu disampaikan dalam kunjungan kerja BKSAP DPR RI ke Kantor Bupati Tangerang, Jumat (12/6/2026).

“Saya melihat banyak kawasan di sepanjang aliran sungai yang sudah terokupasi oleh pembangunan. Sungainya menjadi semakin menyempit dan hal ini berpotensi menyebabkan banjir. Danau-danau juga banyak yang diuruk untuk pembangunan perumahan, padahal keberadaan danau sangat penting sebagai sumber air dan kawasan resapan,” kata Himmatul dalam pertemuan tersebut.

Danau Kelapa Dua Diminta Direvitalisasi

Himmatul, yang merupakan legislator dari Fraksi Partai Gerindra sekaligus warga Kelapa Dua, secara khusus menyoroti kondisi Danau Kelapa Dua. Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Tangerang segera menata ulang dan merevitalisasi danau tersebut.

“Saya sebagai warga Kelapa Dua berharap Danau Kelapa Dua dapat ditata kembali dan direvitalisasi. Selain itu, perlu pengawasan yang lebih kuat terhadap lahan-lahan yang diokupasi agar tidak muncul bangunan liar dan fungsi saluran air tetap terjaga,” ujarnya.

Berkurangnya kawasan resapan air, menurut Himmatul, langsung berdampak pada peningkatan risiko banjir dan penurunan kualitas lingkungan hidup warga. Ruang terbuka hijau harus tetap dijaga di tengah tingginya laju investasi dan pengembangan kawasan permukiman.

Sampah Jadi Energi, Inovasi Perlu Diperluas

Dalam kunjungan yang juga membahas potensi investasi dan penguatan ekonomi daerah itu, Himmatul turut mendorong pengelolaan sampah dan limbah secara modern. Ia menilai inovasi yang mengubah sampah menjadi energi maupun pupuk perlu diperluas penerapannya di Kabupaten Tangerang.

Pendekatan itu, kata dia, tidak hanya menekan pencemaran lingkungan, tetapi juga membuka nilai tambah ekonomi bagi masyarakat setempat.

“Target besar di tingkat nasional tidak akan tercapai tanpa fondasi yang kuat di daerah. Ketika berbicara tentang kawasan industri dan investasi yang mampu memenuhi standar global, Kabupaten Tangerang menjadi salah satu daerah yang memiliki peran strategis. Karena itu, pengalaman dan tantangan yang dihadapi daerah seperti ini sangat penting untuk menjadi bahan pembelajaran dan penyusunan kebijakan di tingkat nasional,” kata Himmatul.

Kabupaten Tangerang termasuk wilayah dengan laju pembangunan industri dan permukiman yang tinggi di Banten. Tekanan terhadap lahan terbuka dan badan air di wilayah ini menjadi salah satu isu yang kerap muncul dalam pembahasan tata ruang di kawasan penyangga ibu kota.

Pernyataan Himmatul kini menaruh harapan pada respons konkret Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya soal penegakan aturan tata ruang dan realisasi revitalisasi danau yang sudah lama dinantikan warga.

Penulis: Dian Permata
Editor: Ratna Dewi