Teras News — Jalanan Kota Magelang berubah warna menjadi merah pada Jumat (8/5/2026) sore. Ribuan pelari mengenakan kostum serba merah memadati sudut-sudut kota, menciptakan pemandangan yang tidak lazim bagi warga setempat yang menyaksikan dari pinggir jalan.
Peristiwa itu adalah bagian dari Red Dress Run, sebuah ajang lari bertema kostum yang kali ini diikuti peserta dari 44 negara. Kehadiran ribuan pelari internasional di Magelang sekaligus menempatkan kota ini di peta wisata olahraga dunia.
Kota Magelang Jadi Tuan Rumah Pelari Internasional
Ribuan pelari dengan seragam merah menyebar di jalur-jalur kota sejak sore hari. Warna merah yang dominan bukan sekadar gaya — dalam tradisi Red Dress Run, kostum merah adalah aturan tak tertulis yang menyatukan seluruh peserta tanpa memandang asal negara.
Baca Juga:
Partisipasi dari 44 negara menjadikan edisi ini salah satu yang paling beragam secara internasional. Peserta datang dari berbagai penjuru dunia untuk berlari bersama di kota yang selama ini lebih dikenal sebagai pintu masuk menuju Candi Borobudur.
Wisata Olahraga Jateng Naik Kelas
Penyelenggaraan Red Dress Run di Magelang mencerminkan tren yang sedang didorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yakni mengembangkan wisata berbasis olahraga yang mampu menarik peserta mancanegara. Kota-kota di Jateng tidak lagi hanya bersaing sebagai destinasi wisata budaya dan alam, tetapi juga mulai merebut perhatian komunitas olahraga global.
Magelang sendiri memiliki daya tarik tambahan sebagai tuan rumah: lokasinya yang berdekatan dengan situs warisan dunia UNESCO, Candi Borobudur, membuat para pelari asing mendapat alasan ganda untuk datang.
Gelaran Jumat sore itu pun menjadi bukti nyata bahwa Jawa Tengah serius menggarap segmen wisatawan olahraga internasional, sebuah pasar yang terus tumbuh di Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir.
Editor: Surya Dharma