Teras News — Pabrik rumahan penghasil cartridge vape berisi narkoba golongan II kini bukan lagi sekadar ancaman abstrak. Polda Metro Jaya berhasil membongkar satu clandestine lab (laboratorium gelap ilegal) untuk produksi cartridge vape yang mengandung Etomidate di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat.
Temuan itu memicu reaksi dari Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni. Ia mengapresiasi kinerja Polda Metro Jaya, namun sekaligus mengingatkan bahwa pengungkapan satu laboratorium belum berarti jaringannya sudah putus.
Etomidate Masuk Narkoba Golongan II, Efeknya Tidak Ringan
Etomidate adalah zat psikoaktif yang masuk kategori narkotika golongan II berdasarkan regulasi di Indonesia, artinya memiliki potensi ketergantungan tinggi dan hanya boleh digunakan untuk kepentingan medis terbatas di bawah pengawasan ketat. Ketika dimasukkan ke dalam cartridge vape dan diedarkan bebas, zat ini bisa dikonsumsi tanpa disadari penggunanya, terutama kalangan muda yang mengira sedang memakai produk vape biasa.
Baca Juga:
Modus semacam ini semakin dikhawatirkan karena tampilannya menyerupai produk vape legal yang beredar di pasaran. Pembeli awam nyaris tidak bisa membedakannya hanya dari kemasan luar.
Sahroni: Polisi dan BNN Harus Lacak Sindikatnya
Ahmad Sahroni menegaskan bahwa keberhasilan membongkar laboratorium gelap di Taman Sari harus dijadikan pintu masuk untuk mengurai jaringan yang lebih besar. “Polisi dan BNN harus jeli mengungkap sindikatnya,” kata Sahroni, seperti dilaporkan Sindonews.
Maraknya pabrik rumahan semacam ini menunjukkan bahwa produksi narkoba jenis baru tidak lagi terpusat di fasilitas besar yang mudah terdeteksi. Skala kecil, tersebar, dan bersembunyi di balik aktivitas rumah tangga biasa membuat pengawasan jauh lebih sulit. Warga di sekitar lokasi pun sering tidak curiga.
Bagi pengguna vape biasa di kota-kota besar, temuan ini menjadi peringatan nyata. Produk yang terlihat sah di toko bisa saja berasal dari rantai distribusi yang menyisipkan cartridge ilegal ke dalamnya. Tidak ada cara mudah bagi konsumen untuk mendeteksi kandungan berbahaya tanpa uji laboratorium.
Pengusutan lebih jauh atas jaringan di balik laboratorium Taman Sari kini menjadi pekerjaan rumah Polda Metro Jaya dan BNN, termasuk menelusuri dari mana bahan baku Etomidate diperoleh dan ke mana saja produk itu sudah tersebar.
Editor: Surya Dharma