Teras News — Kemendikdasmen resmi memperluas program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) jenjang pendidikan menengah ke seluruh 34 provinsi di Indonesia pada 2026, dengan target menjangkau 3.500 anak yang tidak bersekolah.
PJJ (Pendidikan Jarak Jauh) adalah metode belajar yang memungkinkan siswa mengikuti pendidikan formal tanpa harus hadir secara fisik di sekolah, umumnya melalui platform digital atau modul jarak jauh. Di Indonesia, skema ini kerap digunakan untuk menjangkau anak-anak di daerah terpencil atau mereka yang terpaksa putus sekolah karena berbagai kendala.
Jangkau Seluruh Wilayah Indonesia
Perluasan program ini mencakup semua provinsi, dari Aceh hingga Papua. Langkah itu menandai babak baru distribusi akses pendidikan menengah bagi kelompok anak yang selama ini sulit terjangkau sistem sekolah reguler.
Baca Juga:
Anak-anak yang tidak bersekolah karena faktor geografis, ekonomi, maupun kondisi sosial menjadi prioritas utama program ini. Di tingkat pendidikan menengah, angka putus sekolah di Indonesia masih menjadi tantangan nyata. Data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam beberapa tahun terakhir mencatat jutaan anak usia 16-18 tahun berada di luar sistem pendidikan formal.
Target 3.500 Peserta Didik Baru
Program PJJ jenjang menengah ini dirancang khusus untuk menampung mereka yang tidak dapat mengakses sekolah konvensional. Dengan sasaran 3.500 anak pada tahap awal, pemerintah menargetkan angka tersebut tumbuh seiring kesiapan infrastruktur dan sumber daya di masing-masing daerah.
Keaslian detail teknis pelaksanaan program ini belum diverifikasi secara independen oleh redaksi.
Dilansir dari laporan Sindonews.
Editor: Ratna Dewi