Teras News — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyerahkan bantuan senilai Rp28,01 miliar kepada Kabupaten Brebes pada Kamis (7/5/2026), mencakup program pengentasan kemiskinan hingga swasembada pangan. Penyerahan dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Pendopo Kabupaten Brebes.
“Kalau mereka tidak kita kasih atensi untuk mengembangkan wilayahnya, maka dia akan tertinggal. Untuk itu, bantuan ini kita berikan sebagai bentuk kolaborasi dalam pengentasan kemiskinan,” kata Luthfi.
Brebes Catat Angka Kemiskinan 14,15 Persen, Tertinggi di Jawa Tengah
Bagi warga Brebes, bantuan ini bukan sekadar angka di atas kertas. Data Badan Pusat Statistik per Maret 2025 menempatkan Brebes sebagai kabupaten dengan persentase penduduk miskin tertinggi di Jawa Tengah, yakni 14,15 persen. Jauh di atas rata-rata provinsi yang tercatat 9,48 persen pada periode yang sama.
Baca Juga:
Kabupaten ini masuk dalam sepuluh daerah prioritas intervensi kemiskinan di Jawa Tengah. Luthfi menyebut luas wilayah dan besarnya jumlah penduduk Brebes menjadi alasan utama mengapa kolaborasi lintas sektor menjadi keharusan.
Dari Irigasi hingga Sambungan Listrik Gratis
Paket bantuan Rp28,01 miliar itu terbagi dalam beberapa pos. Sektor pertanian dan peternakan mendapat porsi terbesar, yakni Rp7,03 miliar. Rinciannya: rehabilitasi jaringan irigasi tersier sebanyak 920 paket senilai Rp3,5 miliar, irigasi perpipaan 8 paket senilai Rp752 juta, bantuan benih padi, jagung, dan durian senilai Rp1,524 miliar, saprodi (sarana produksi) bawang merah Rp53,07 juta, serta pengembangan budidaya tebu, kelapa genjah, tembakau, dan cengkeh senilai Rp1,201 miliar.
Pos lain menyentuh kebutuhan dasar warga secara lebih langsung. Sebanyak 127 orang di daerah rawan pangan masing-masing mendapat Rp20 juta dari cadangan pangan pemerintah daerah. Delapan belas unit hunian baru dibangun untuk korban bencana dengan total anggaran Rp900 juta. Sambungan listrik gratis dan pompa air tenaga surya juga masuk dalam paket senilai Rp131,611 juta.
Bantuan sosial berupa Usaha Ekonomi Produktif (UEP), Kelompok Usaha Bersama (Kube), dan Kartu Jateng Ngopeni dialokasikan Rp1,515 miliar. Program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) di empat titik mendapat kucuran Rp921 juta.
Sekolah dan Internet Desa Ikut Tercakup
Bantuan uang sekolah dan lembaga pendidikan menjadi pos terbesar kedua dengan nilai Rp16,545 miliar. Internet desa dan desa wisata untuk delapan titik mendapat alokasi Rp502,9 miliar. Nelayan dan penambak garam pun kebagian: peralatan kerja, sarana prasarana kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas), serta premi asuransi nelayan dikucurkan senilai Rp127 juta. Delapan lembaga pendidikan keagamaan menerima hibah Rp320 juta.
Angka Kemiskinan Jateng Turun, tapi Pekerjaan Rumah Masih Panjang
Secara provinsi, tren kemiskinan Jawa Tengah memang bergerak turun. Dari 9,48 persen pada Maret 2025, angka itu merosot ke 9,39 persen pada September 2025. Namun Luthfi mengakui pengentasan kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai, terutama di kantong-kantong kemiskinan seperti Brebes.
Pemprov Jateng selama ini menjalankan sejumlah program paralel: renovasi rumah tidak layak huni, penanganan stunting, cek kesehatan gratis, dokter spesialis keliling (Speling), sekolah gratis bagi anak keluarga miskin, serta penyaluran bantuan sosial. Pemerintah provinsi juga terus mendorong masuknya investasi ke Jawa Tengah sebagai cara memperluas lapangan kerja.
Bagi puluhan ribu warga Brebes yang masuk kategori miskin, realisasi fisik dari paket bantuan ini, mulai dari irigasi yang mengalirkan air ke sawah hingga hunian baru yang menggantikan rumah yang hancur akibat bencana, akan menjadi tolok ukur nyata apakah angka-angka itu benar-benar mengubah kehidupan mereka.
Editor: Surya Dharma