Teras News — Jalur darat yang menghubungkan Irak dan Suriah di perlintasan Rabia kini kembali aktif setelah tertutup selama 13 tahun. Pembukaan kembali akses lintas batas ini membuka peluang pergerakan orang dan barang antara dua negara bertetangga yang selama lebih dari satu dekade terputus hubungan daratnya.
Rabia: Perlintasan yang 13 Tahun Terkunci Konflik
Perlintasan Rabia terletak di wilayah perbatasan Irak-Suriah. Penutupan selama 13 tahun itu berlangsung di tengah pergolakan konflik bersenjata yang melanda Suriah sejak 2011 — perang saudara yang menewaskan ratusan ribu orang dan memaksa jutaan warga mengungsi ke berbagai penjuru dunia.
Irak dan Suriah kini sepakat membuka kembali perlintasan tersebut. Langkah ini menjadi salah satu tanda normalisasi hubungan darat kedua negara pasca konflik panjang di kawasan.
Baca Juga:
Dampak Langsung bagi Warga Perbatasan
Selama 13 tahun, warga di kedua sisi perbatasan kehilangan akses darat langsung. Perdagangan, kunjungan keluarga lintas batas, hingga mobilitas tenaga kerja terpaksa memutar jalur jauh atau bergantung sepenuhnya pada transportasi udara yang jauh lebih mahal.
Pembukaan Rabia berpotensi menghidupkan kembali arus ekonomi kawasan perbatasan yang selama belasan tahun stagnan.
Dilansir dari laporan Antara.
Berita Terkait
Editor: Arif Budiman