Berita

Kadin Gandeng Perusahaan China untuk Pasok 700 Juta Telur demi Program MBG

12
×

Kadin Gandeng Perusahaan China untuk Pasok 700 Juta Telur demi Program MBG

Sebarkan artikel ini

Teras News — Kebutuhan telur ayam sebesar 700 juta butir untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendorong Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjajaki kerja sama dengan sejumlah perusahaan asal China. Tanpa tambahan pasokan dari luar, angka kebutuhan sebesar itu sulit dipenuhi dari dalam negeri dalam waktu dekat.

Kadin Jajaki Kesepakatan dengan Perusahaan China

Kadin Indonesia membuka penjajakan kesepakatan dengan mitra usaha dari China untuk menambal kekurangan pasokan ayam, telur ayam, dan susu yang dibutuhkan program MBG. Kemitraan ini difokuskan pada tiga komoditas utama tersebut yang menjadi bahan pokok dalam distribusi menu bergizi kepada penerima manfaat program pemerintah.

Program MBG merupakan inisiatif pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menyasar pemberian makanan bergizi gratis bagi pelajar dan kelompok rentan di seluruh Indonesia. Skala distribusinya yang masif membuat kebutuhan bahan baku, khususnya protein hewani, melonjak tajam dibanding kondisi normal.

700 Juta Telur: Gambaran Skala Kebutuhan MBG

Angka 700 juta butir telur bukan angka kecil. Sebagai gambaran, konsumsi telur nasional Indonesia rata-rata berkisar di angka 30 hingga 35 butir per kapita per bulan — artinya kebutuhan MBG setara dengan konsumsi jutaan orang sekaligus dalam satu periode program.

Ketergantungan pada rantai pasok lokal yang belum sepenuhnya siap mendorong Kadin mencari alternatif dari luar negeri. China dipilih sebagai mitra penjajakan karena kapasitas produksi peternakannya yang besar dan harga yang kompetitif di pasar internasional.

Penjajakan ini masih dalam tahap awal. Belum ada kesepakatan resmi yang ditandatangani antara Kadin Indonesia dengan perusahaan-perusahaan China yang dimaksud.

Dilansir dari laporan Sindonews.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Ratna Dewi