Berita

Bekas Kantor Satpol PP Pati Diubah Jadi Museum Cagar Budaya, Terintegrasi dengan Pendapa Kabupaten

10
×

Bekas Kantor Satpol PP Pati Diubah Jadi Museum Cagar Budaya, Terintegrasi dengan Pendapa Kabupaten

Sebarkan artikel ini

Teras News — Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, akan mengubah bekas gedung Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Jalan RA Kartini menjadi Museum Cagar Budaya Kabupaten Pati. Lokasi itu berada tepat di belakang Kantor Bupati Pati dan rencananya akan direnovasi untuk menampung koleksi artefak sejarah daerah yang selama ini tersebar di berbagai tempat.

“Kantor Satpol PP ini akan kita renovasi, kita jadikan museum cagar budaya Kabupaten Pati. Karena ternyata kita masih banyak benda-benda pusaka ataupun warisan budaya Kabupaten Pati yang tersebar di berbagai tempat,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat meninjau lokasi tersebut, Minggu (19/4/2026).

Artefak Sejarah Pati Masih Bercecer di Luar Daerah

Chandra menjelaskan, banyak peninggalan bersejarah milik Kabupaten Pati yang hingga kini masih berada di luar wilayah. Pihaknya berencana menarik dan mengonsolidasikan seluruh koleksi itu ke satu tempat. Museum ini diharapkan menjadi ruang belajar gratis yang mudah dijangkau warga, khususnya pelajar.

“Nanti kita letakkan di sini, sehingga masyarakat Pati, adik-adik sekolah bisa mempelajari sejarah daerahnya sendiri. Insyaallah segera kita realisasikan,” ujar Chandra.

Satu Paket Destinasi Outing Class dengan Kawasan Pendapa

Museum baru ini tidak akan berdiri sendiri. Pengembangannya dirancang terintegrasi dengan kawasan Pendapa Kabupaten Pati yang sudah lebih dulu dikenal sebagai tujuan outing class — kunjungan belajar di luar sekolah yang lazim dilakukan pelajar di berbagai daerah.

“Area pendapa yang telah dirancang sebagai ruang terbuka edukatif, akan dipadukan dengan museum sebagai satu paket destinasi pembelajaran,” jelas Chandra.

Dengan perpaduan itu, kawasan pendapa dan museum diharapkan mampu mendekatkan masyarakat dengan pusat pemerintahan sekaligus memperkuat pemahaman tentang sejarah dan kepemimpinan daerah. Chandra berharap keduanya bisa “menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap daerah sendiri.”

Dilansir dari laporan Kontributor Kab Pati, Diskomdigi Jawa Tengah.

Penulis: Bayu Saputra
Editor: Ratna Dewi