Teras News — Minggu (20/4) pukul 06.00 waktu setempat, petugas Kepolisian Shreveport, Louisiana, menerima panggilan darurat soal gangguan domestik. Yang mereka temukan setibanya di lokasi jauh lebih mengerikan dari laporan awal — delapan anak-anak tergeletak tak bernyawa di empat titik berbeda di kota itu.
Usia para korban berkisar antara satu hingga 14 tahun. Dua anak lainnya mengalami luka-luka. Kondisi keduanya hingga kini belum ada informasi terbaru.
Pelaku Melarikan Diri, Ditembak Mati di Bossier City
Usai melepaskan tembakan, pelaku kabur. Ia mencoba membajak sebuah kendaraan lalu melaju menuju wilayah Bossier City, kota yang berbatasan langsung dengan Shreveport di tepi Sungai Red River. Polisi mengejar.
Baca Juga:
Tiga petugas melepaskan tembakan dan mengakhiri pelarian itu. Pelaku tewas di tempat. Juru bicara Departemen Kepolisian Shreveport, Christopher Bordelon, menyatakan polisi meyakini pelaku bertindak seorang diri dan merupakan satu-satunya pihak yang melepaskan tembakan dalam insiden tersebut.
Berawal dari Laporan KDRT Subuh Hari
Penembakan ini bermula dari laporan gangguan domestik — kekerasan dalam rumah tangga — yang masuk ke kepolisian sekitar pukul 06.00 pagi. Polisi belum merinci hubungan antara pelaku dan para korban anak-anak tersebut.
Tragedi Shreveport ini disebut sebagai insiden penembakan massal paling mematikan yang melibatkan anak-anak di Amerika Serikat dalam beberapa waktu terakhir. Penembakan massal memang bukan kejadian asing di negara itu, namun korban yang seluruhnya anak-anak — dengan yang termuda baru berusia satu tahun — membuat peristiwa ini tergolong ekstrem bahkan untuk ukuran AS.
Dilansir dari laporan Reuters.
Berita Terkait
Editor: Ratna Dewi