Internasional

50 dari 56 Jenazah yang Dibuang Ilegal di Trinidad adalah Anak-Anak

11
×

50 dari 56 Jenazah yang Dibuang Ilegal di Trinidad adalah Anak-Anak

Sebarkan artikel ini

Teras News — Lima puluh anak-anak termasuk di antara 56 jenazah yang ditemukan dibuang secara ilegal di sebuah pemakaman di Trinidad and Tobago. Penemuan mengejutkan itu langsung memicu penyelidikan forensik oleh kepolisian setempat, Minggu (20/4/2026).

Seluruh jenazah ditemukan di kota Cumuto, sekitar 40 kilometer dari ibu kota Port of Spain. Dari 56 jenazah, 50 adalah anak-anak. Empat jenazah berjenis kelamin laki-laki dewasa dan dua perempuan dewasa.

Enam Jenazah Dewasa Punya Tanda Kamar Mayat

Detail mencurigakan turut ditemukan pada sejumlah jenazah. Satu jenazah perempuan dan satu laki-laki dewasa memiliki tanda bahwa keduanya pernah menjalani pemeriksaan post mortem. Tanda pengenal serupa dengan label kamar mayat juga tercantum pada enam jenazah dewasa yang ditemukan di lokasi.

Polisi langsung mengamankan area pemakaman begitu penemuan dilaporkan. Sejumlah unit khusus dikerahkan, termasuk tim ahli pembunuhan dan tim forensik.

“Indikasi awal menunjukkan kemungkinan kasus pembuangan jenazah tak bertuan secara ilegal,” kata pihak kepolisian, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Analisis forensik lanjutan sedang berjalan untuk menentukan asal usul para jenazah serta ada tidaknya pelanggaran hukum yang menyertainya.

Komisaris Polisi Sebut Temuan Ini “Sangat Mengerikan”

Komisaris Polisi Allister Guevarro mengakui penemuan ini di luar kebiasaan. Dia menjanjikan pihak kepolisian akan bekerja keras mengungkap kebenarannya.

“Setiap jenazah harus ditangani dengan bermartabat dan sesuai hukum. Setiap individu atau lembaga yang terbukti melakukan pelanggaran akan dimintai pertanggungjawaban,” jelasnya.

Satu catatan penting soal hukum di negara Karibia ini: pembuangan jenazah manusia tidak serta-merta masuk kategori tindak pidana di Trinidad and Tobago. Karena itulah, penyelidikan forensik menjadi kunci untuk menentukan apakah ada pelanggaran lain yang bisa dikenakan.

Angka Pembunuhan Tembus 45,7 per 100 Ribu Penduduk pada 2024

Trinidad and Tobago bukan tanpa riwayat kekerasan. Angka pembunuhan di negara itu terus melonjak sejak pandemi Covid-19 pada 2020, ketika tingkatnya mencapai 20 kasus per 100 ribu penduduk. Rekor terburuk terjadi pada 2024 dengan 45,7 kasus per 100 ribu penduduk.

Kejahatan terorganisir makin mengakar dalam beberapa tahun terakhir. Desember 2024, pemerintah sampai mendeklarasikan keadaan darurat khusus untuk memerangi kekerasan geng yang semakin tak terkendali.

Kasus penemuan jenazah massal di Cumuto kini menambah deretan masalah keamanan serius yang dihadapi Trinidad and Tobago. Penyelidikan masih terus berlangsung.

Dilansir dari laporan Al Jazeera dan CNBC Indonesia.

Penulis: Bayu Saputra
Editor: Surya Dharma