Teras News — TelkomMetra melepas seluruh kepemilikannya di PT Administrasi Medika (AdMedika) beserta anak usahanya, TelkoMedika, kepada Fullerton Health. Perjanjian jual beli atau Sale and Purchase Agreement (SPA) antara kedua pihak ditandatangani pada 2 Juni 2026.
Divestasi ini merupakan bagian dari strategi TLKM 30, yakni peta jalan transformasi jangka menengah Telkom yang menargetkan pengurangan bisnis di luar inti telekomunikasi dan digital. AdMedika selama ini bergerak di segmen third party administrator (TPA), yakni pengelolaan administrasi klaim layanan kesehatan, yang dianggap berada di luar fokus utama TelkomGroup.
Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menyebut penataan portofolio semacam ini dijalankan secara disiplin. “Kami memandang kemitraan strategis seperti ini bukan sekadar transaksi korporasi, melainkan bagian dari upaya menciptakan struktur bisnis yang lebih optimal agar setiap entitas dapat tumbuh secara lebih agresif serta membuka ruang inovasi bisnis yang lebih luas di masa depan,” ujar Dian.
Baca Juga:
Fullerton Health adalah perusahaan layanan kesehatan yang beroperasi di kawasan Asia Pasifik. Di bawah kepemilikan baru ini, AdMedika diharapkan dapat memperluas skala bisnis dan mengakses jaringan ekosistem kesehatan regional yang lebih luas.
Direktur Utama TelkomMetra Pramasaleh Haryo Utomo optimistis perpindahan kepemilikan ini membuka peluang lebih besar bagi AdMedika. “Di bawah kepemilikan Fullerton Health, kami meyakini AdMedika berada pada posisi yang solid untuk meningkatkan kapabilitas, memperluas skala bisnis, serta mengakses ekosistem layanan kesehatan regional yang lebih luas, dengan tetap mempertahankan fondasi kuat yang telah dibangun di Indonesia,” katanya.
Danantara turut mendukung transaksi ini. Managing Director Business-2 PT Danantara Asset Management Setyanto Hantoro menyatakan langkah tersebut selaras dengan agenda penataan portofolio BUMN yang tengah didorong Danantara. “Melalui penataan portofolio yang terarah serta kolaborasi dengan mitra global seperti Fullerton Health, kami meyakini bahwa sinergi ini akan memperkuat kapabilitas ekosistem digital Indonesia, khususnya di sektor healthcare, serta menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Setyanto.
Berita Terkait
Editor: Surya Dharma