Berita

120 Siswa SLB dari 12 Sekolah Bawakan Tari Bali di Pesta Kesenian Bali ke-48

13
×

120 Siswa SLB dari 12 Sekolah Bawakan Tari Bali di Pesta Kesenian Bali ke-48

Sebarkan artikel ini

Teras News — Taman Budaya Denpasar menjadi saksi penampilan yang tak biasa di Pesta Kesenian Bali ke-48: sekitar 120 siswa dari 12 Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Bali naik panggung membawakan tarian tradisional Bali, mulai dari Tari Kembang Janger hingga Tari Galang Bulan, di tengah gegap gempita penonton yang memenuhi lingkar panggung Angsoka.

Bagi sebagian besar siswa itu, menari bukan perkara mudah. Mereka tuli, bisu, atau mengalami tunagrahita, sehingga mengikuti tempo gamelan yang menghentak dan menguasai agem serta seledet, yakni cara berdiri dan gerakan bola mata khas tarian Bali, menjadi tantangan tersendiri yang harus ditaklukkan dalam waktu singkat.

Pande Nyoman Sunarta, guru sekaligus pembina kesenian di SLB Negeri 1 Bangli, mengisahkan proses latihan yang ia jalani bersama enam siswanya selama satu bulan terakhir. Mayoritas mereka tuli dan bisu, sehingga menangkap tempo dari gamelan bukan sesuatu yang bisa langsung diharapkan. “Persoalan pertama adalah bagaimana agar mereka bisa mengikuti tempo,” ujarnya.

Kerumitan bertambah ketika beberapa siswa tunagrahita kerap mengalami perubahan suasana hati secara tiba-tiba. Untuk mengatasinya, latihan digelar setiap pagi tanpa jeda. Hasilnya terasa: para siswa yang semula perlu diingatkan jam berapa harus tiba di sekolah, belakangan justru sudah hadir 30 menit sebelum pukul 08.00 WITA.

Kedisiplinan itu berbuah penampilan Tari Kembang Janger, tarian berpasangan yang muncul sekitar tahun 1930-an untuk menggambarkan pergaulan muda-mudi yang ceria, dengan kostum bernuansa merah muda dan oranye yang mencolok di atas panggung.

Proses serupa ditempuh SLB Negeri 1 Badung. Lelin, guru dan pembina kesenian di sekolah itu, membutuhkan dua pekan penuh agar anak-anak benar-benar menguasai koreografi Tari Galang Bulan yang berdurasi lima menit. “Kesabaran menjadi kunci dasar,” katanya.

Pesta Kesenian Bali ke-48 tahun ini mengangkat tema atma kerthi, sebuah konsep Bali tentang penyucian jiwa. Penyelenggara memberi ruang lebih luas bagi seniman penyandang disabilitas, dengan menghadirkan lebih banyak peserta dari satuan pendidikan khusus dibanding penyelenggaraan sebelumnya.

Penulis: Indah Lestari
Editor: Arif Budiman