Teras News — Dua kawasan di Kalimantan Timur — Kerang di Kabupaten Paser dan Maloy di Kabupaten Kutai Timur — resmi masuk daftar prioritas transmigrasi nasional pada 2026. Keduanya diproyeksikan menyerap ratusan tenaga kerja baru, tidak hanya dari sektor pertanian, tetapi juga dari industri yang mulai merambah kawasan tersebut.
Warga transmigran yang kelak bermukim di Kerang dan Maloy tidak sekadar mendapat lahan pertanian untuk digarap. Investasi yang sudah masuk ke dua kawasan itu membuka peluang kerja di sektor industri — sebuah opsi yang selama ini jarang tersedia di kawasan transmigrasi konvensional.
Maloy sendiri dikenal sebagai bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan di Kutai Timur, yang dirancang sebagai pusat pengolahan dan hilirasi berbasis komoditas Kalimantan. Keberadaan infrastruktur industri di sana menjadi daya tarik tersendiri bagi program transmigrasi yang ingin mengintegrasikan permukiman warga dengan aktivitas ekonomi produktif.
Baca Juga:
Kalimantan Timur memang bukan lokasi asing bagi program transmigrasi nasional. Provinsi ini sudah lama menjadi tujuan perpindahan penduduk dari Jawa dan Sulawesi, namun pendekatannya kini bergeser — dari sekadar pembukaan lahan pertanian menuju kawasan yang terhubung langsung dengan ekosistem industri.
Berita Terkait
Editor: Arif Budiman