Teras News — Jumat (19/6), Jakarta — Pemerintah mengumumkan biodiesel campuran 50 persen minyak sawit atau B50 resmi dijadwalkan meluncur pada 1 Juli 2026. Kementerian ESDM menyatakan seluruh hasil uji coba terhadap berbagai jenis mesin diesel telah memenuhi spesifikasi yang ditetapkan, sehingga mandatori B50 dianggap siap dijalankan.
Transisi dari B40 ke B50 dinilai berjalan mulus. Emanuella Bungasmara Ega Tirta, Commodity Expert CNBC Indonesia Research, menyebut keberhasilan uji coba itu mencakup pengujian pada beragam tipe mesin diesel yang selama ini mengonsumsi B40.
Produksi dan Distribusi Masih Jadi Batu Sandungan
Meski sisi teknis mesin dinyatakan aman, tantangan sesungguhnya justru ada di hilir. Emanuella menunjuk persoalan produksi dan distribusi yang melibatkan badan usaha penyedia serta penyalur B50 sebagai kendala yang belum sepenuhnya terpecahkan sebelum tenggat Juli tiba.
Baca Juga:
Rantai distribusi biodiesel di Indonesia melibatkan banyak pihak, mulai dari produsen minyak sawit mentah (CPO), pabrik pengolahan fatty acid methyl ester (FAME) sebagai komponen utama biodiesel, hingga Pertamina dan badan usaha swasta yang menyalurkannya ke pompa bensin di seluruh wilayah. Semakin tinggi kandungan campuran, semakin besar volume FAME yang harus disiapkan dalam waktu bersamaan.
Program biodiesel sendiri sudah berjalan bertahap sejak B20 diterapkan lebih dari satu dekade lalu, lalu naik ke B30, kemudian B35, dan sejak awal 2024 berjalan di level B40. Setiap kenaikan mandatori selalu diiringi penyesuaian kapasitas produksi FAME nasional dan kesiapan infrastruktur tangki penyimpanan di depot bahan bakar.
Kualitas Mesin Diklaim Aman
Dari sisi performa kendaraan, hasil uji coba Kementerian ESDM menunjukkan tidak ada masalah spesifikasi yang berarti. Berbagai jenis mesin diesel — kendaraan niaga, alat berat, hingga mesin industri — diklaim lolos pengujian dengan B50.
Emanuella memaparkan analisisnya dalam program Squawk Box CNBC Indonesia, Jumat (19/6), bersama presenter Shania Alatas. Ia menggambarkan transisi ke B50 sebagai proses yang “berjalan mulus” dari sisi teknis, seraya mengingatkan bahwa kesiapan di tingkat lapangan tetap perlu dikawal ketat.
Pemerintah kini memiliki waktu kurang dari dua pekan untuk memastikan seluruh rantai pasok siap sebelum 1 Juli. Publik dan pelaku industri otomotif menunggu kepastian apakah pasokan B50 benar-benar tersedia merata di seluruh stasiun pengisian bahan bakar saat tenggat itu tiba.
Editor: Surya Dharma