Internasional

Paus Leo XIV Pertimbangkan Kunjungi DMZ Korea, Presiden Lee Jae Myung Sampaikan Undangan Langsung di Vatikan

11
×

Paus Leo XIV Pertimbangkan Kunjungi DMZ Korea, Presiden Lee Jae Myung Sampaikan Undangan Langsung di Vatikan

Sebarkan artikel ini

Teras News — Kemungkinan kunjungan pemimpin tertinggi Gereja Katolik ke salah satu perbatasan paling tegang di dunia kini terbuka. Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengundang Paus Leo XIV untuk mendatangi Zona Demiliterisasi Korea (DMZ), bahkan berharap kunjungan itu bisa mencakup wilayah Korea Utara sebagai bagian dari dorongan perdamaian di Semenanjung Korea.

Undangan itu disampaikan Lee secara langsung saat bertemu Paus Leo XIV di Vatikan pada 15 Juni 2026, hari kedua kunjungannya ke ibu kota Takhta Suci. Pertemuan berlangsung di Sekretariat Negara, dan keduanya juga membicarakan hubungan diplomatik antara Takhta Suci dan Korea Selatan yang telah terjalin sejak 1963.

Paus Nyatakan Akan Aktif Pertimbangkan Kunjungan ke Semenanjung Korea

Respons Paus tidak menolak. Lee mengutip langsung jawaban Paus seusai pertemuan kepada wartawan, Sabtu (20/6/2026).

“Paus mengatakan ia akan secara aktif mempertimbangkan dan berupaya untuk mewujudkannya,” kata Lee.

Menurut Lee, Paus Leo XIV menunjukkan minat yang kuat pada perdamaian di Semenanjung Korea dan tampak memiliki perhatian khusus terhadap Gereja Katolik di Korea. Namun Lee juga menegaskan, kunjungan ke Korea Utara hanya bisa terwujud apabila ada kondisi politik dan diplomatik yang memungkinkan, termasuk undangan resmi dari Pyongyang.

Tanpa undangan dari pihak Korea Utara, rencana itu belum bisa bergerak ke tahap konkret.

Seoul Tuan Rumah Hari Pemuda Dunia 2027, 6 Juta Umat Katolik Jadi Latar Belakang

Kunjungan Lee ke Vatikan bukan hanya soal isu perdamaian. Ia juga mengundang Paus untuk hadir dalam Hari Kaum Muda Sedunia (World Youth Day/WYD) yang akan digelar di Seoul pada 3-8 Agustus 2027. WYD adalah pertemuan internasional umat Katolik muda dari seluruh penjuru dunia, dan Seoul menjadi kota tuan rumah pertama di Asia setelah Manila, Filipina, menjadi penyelenggara pada 1995.

Lee berjanji bekerja sama dengan Takhta Suci untuk keberhasilan penyelenggaraan acara tersebut. Ia juga menyampaikan harapannya agar komunitas Katolik Korea Selatan segera mendapatkan seorang kardinal yang berbasis di negara itu, guna membantu menangani urusan keagamaan bagi sekitar 6 juta umat Katolik di Korea.

Selama kunjungan di Vatikan, Lee turut menghadiri Misa khusus untuk perdamaian dan solidaritas. Dalam kesempatan itu ia memaparkan visi pemerintahannya soal rekonsiliasi antara dua Korea, termasuk menekankan bahwa semangat Deklarasi Bersama antar-Korea 15 Juni harus tetap hidup sebagai fondasi harapan perdamaian.

Korea Utara dan Korea Selatan secara teknis masih berada dalam kondisi perang, karena Perang Korea 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai. DMZ yang membentang sepanjang 250 kilometer dengan lebar sekitar 4 kilometer menjadi salah satu kawasan paling berjaga di muka bumi. Kunjungan seorang pemimpin agama sekaliber Paus ke kawasan itu, jika benar-benar terwujud, akan menjadi peristiwa bersejarah yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Publik kini menunggu apakah Pyongyang akan memberikan sinyal kesediaan untuk menjadi bagian dari agenda kunjungan tersebut, sebuah langkah yang selama ini nyaris mustahil dalam sejarah diplomatik modern Korea.

Penulis: Rizky Pratama
Editor: Ratna Dewi