Teras News — Gelombang panas ekstrem membekap Paris pada Jumat (19/6/2026), dengan suhu udara diprakirakan mencapai 38 derajat Celcius. Sehari sebelumnya, seorang pria 30 tahun sudah lebih dulu tewas.
Korban meninggal dunia pada Kamis (18/6/2026) setelah berolahraga di lintasan atletik di bagian timur Paris. Media Prancis melaporkan kematian tersebut diduga berkaitan langsung dengan suhu ekstrem yang melanda wilayah itu. Insiden ini menjadi alarm keras bagi warga yang masih beraktivitas bebas di luar ruangan.
Peringatan Amber Berlaku di Sebagian Besar Wilayah Prancis
Pemerintah Prancis mengeluarkan peringatan cuaca tingkat amber, yakni status siaga atau waspada, yang kini berlaku di sebagian besar wilayah tengah dan timur negara itu. Status ini menandakan risiko tinggi terhadap kesehatan masyarakat, khususnya lansia, anak-anak, dan penderita penyakit kronis.
Baca Juga:
Otoritas mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, memperbanyak konsumsi air, dan menghindari paparan sinar matahari langsung pada jam-jam terpanas. Bagi warga yang tidak memiliki pendingin ruangan, kondisi ini jelas bukan sekadar ketidaknyamanan biasa.
Mendekati Rekor Suhu Juni di Prancis
Lembaga prakiraan cuaca Meteo France menyebut suhu yang terjadi saat ini mendekati rekor bulanan untuk bulan Juni di Prancis. Angka 38 derajat Celcius jauh melampaui rata-rata musiman yang biasanya berlaku di Paris pada pertengahan Juni.
Paris bukan satu-satunya kota yang terdampak. Gelombang panas serupa tengah melanda sejumlah negara Eropa lain dalam beberapa pekan terakhir, membuat wilayah benua biru itu bergulat dengan cuaca ekstrem secara bersamaan.
Eropa memang semakin kerap dilanda gelombang panas berkepanjangan selama musim panas dalam beberapa tahun terakhir. Para ilmuwan iklim telah lama memperingatkan bahwa kawasan ini termasuk yang paling cepat mengalami kenaikan suhu akibat perubahan iklim global, dengan durasi dan intensitas gelombang panas yang terus meningkat dari dekade ke dekade.
Warga Rentan Paling Berisiko
Kematian pria 30 tahun itu menunjukkan bahwa gelombang panas tidak hanya mengancam lansia atau mereka yang sakit. Orang dewasa sehat pun berisiko jika tetap memaksakan aktivitas fisik berat di tengah suhu yang melonjak tajam.
Otoritas kesehatan Prancis secara khusus meminta warga memeriksa kondisi tetangga lansia yang tinggal sendirian. Pengalaman tragis gelombang panas 2003 silam, yang menewaskan lebih dari 14.000 orang di Prancis, masih menjadi referensi kelam setiap kali suhu melonjak drastis di negara itu.
Suhu di Paris diprakirakan masih bertahan tinggi dalam beberapa hari ke depan sebelum sedikit mereda. Otoritas kesehatan setempat terus memantau situasi dan siap mengaktifkan prosedur darurat panas jika jumlah korban bertambah.
Editor: Ratna Dewi