Internasional

The Fed Tahan Suku Bunga di 3,5–3,75 Persen, Buka Peluang Pemangkasan ke Depan

13
×

The Fed Tahan Suku Bunga di 3,5–3,75 Persen, Buka Peluang Pemangkasan ke Depan

Sebarkan artikel ini

Teras News — Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed, mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5 hingga 3,75 persen pada Kamis (18/6/2026). Keputusan ini diambil di tengah tanda-tanda inflasi yang mulai mereda di negeri itu.

Meski tidak ada pemangkasan dalam rapat kali ini, The Fed memberikan isyarat bahwa penurunan suku bunga masih terbuka di masa mendatang. Pernyataan itu disambut pasar sebagai konfirmasi bahwa siklus pengetatan moneter yang telah berlangsung beberapa tahun terakhir kemungkinan mendekati akhirnya.

Inflasi Mereda, Ruang Pemangkasan Terbuka

Keputusan menahan suku bunga bukan hal baru bagi The Fed dalam beberapa siklus terakhir. Bank sentral AS kerap memilih posisi wait and see untuk memastikan data inflasi benar-benar stabil sebelum melonggarkan kebijakan. Strategi ini bertujuan menghindari skenario di mana inflasi kembali melonjak setelah pelonggaran terlalu dini.

Laju inflasi yang mulai melandai menjadi faktor utama di balik nada kebijakan yang lebih akomodatif kali ini. The Fed mengindikasikan pemotongan suku bunga bisa terjadi jika tren penurunan inflasi terus berlanjut.

Dampak bagi Pasar dan Ekonomi Global

Keputusan suku bunga The Fed selalu diikuti ketat oleh bank-bank sentral di seluruh dunia, termasuk Bank Indonesia. Suku bunga AS yang tinggi cenderung menarik modal keluar dari negara berkembang karena imbal hasil aset dolar lebih kompetitif. Ketika The Fed mulai melonggarkan kebijakan, tekanan terhadap mata uang negara berkembang biasanya berkurang.

Bagi Indonesia, pergerakan ini relevan. Rupiah dan pasar obligasi domestik kerap bereaksi terhadap setiap sinyal dari Washington. Prospek pemangkasan suku bunga AS bisa memberi ruang lebih bagi Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar tanpa harus mempertahankan suku bunga domestik terlalu tinggi.

Perkembangan kebijakan The Fed ini dilaporkan CNBC Indonesia dalam program Squawk Box, Kamis (18/6/2026).

Pasar kini menunggu data ekonomi AS berikutnya, terutama angka inflasi dan ketenagakerjaan, yang akan menentukan seberapa cepat The Fed berani mengeksekusi pemangkasan yang telah diisyaratkan.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Arif Budiman