Internasional

Dua Pesawat Pengebom Nuklir AS dan Rusia Jatuh di Hari yang Sama, 8 Kru B-52 Tewas

12
×

Dua Pesawat Pengebom Nuklir AS dan Rusia Jatuh di Hari yang Sama, 8 Kru B-52 Tewas

Sebarkan artikel ini

Teras News — Senin itu menjadi hari yang kelam di dua belahan dunia sekaligus. Sebuah pesawat pengebom B-52 milik Angkatan Udara Amerika Serikat jatuh tak lama setelah lepas landas dari Pangkalan Angkatan Udara Edwards di Gurun Mojave, California Selatan, menewaskan kedelapan awak yang berada di dalamnya. Pada hari yang sama, di sisi lain dunia, pesawat pengebom strategis Tu-22M3 milik Rusia juga mengalami kecelakaan di wilayah Irkutsk, Siberia, saat menjalankan penerbangan latihan.

B-52 Jatuh di Gurun Mojave, Seluruh Awak Tewas

Kecelakaan pesawat pengebom B-52 terjadi tak jauh dari landasan Pangkalan Angkatan Udara Edwards, California Selatan. Pesawat itu baru saja lepas landas ketika kemudian jatuh dan menghantam kawasan Gurun Mojave. Delapan orang yang ada di dalamnya tidak ada yang selamat.

B-52 Stratofortress adalah pesawat pengebom berat strategis yang mampu membawa senjata nuklir. Pesawat bermesin delapan ini sudah beroperasi sejak era Perang Dingin dan hingga kini masih menjadi tulang punggung kekuatan udara jarak jauh AS.

Tu-22M3 Rusia Jatuh di Siberia pada Hari yang Sama

Berjarak ribuan kilometer dari California, kecelakaan serupa terjadi di Rusia. Pesawat pengebom Tu-22M3 jatuh di wilayah Irkutsk, Siberia, ketika sedang menjalani penerbangan latihan. Laporan yang dipublikasikan Sindonews menyebut kecelakaan dua pesawat pengebom dari dua negara adikuasa ini terjadi pada hari yang sama.

Tu-22M3 adalah pesawat pengebom supersonik jarak jauh yang dirancang untuk misi serangan strategis, termasuk kemampuan membawa muatan nuklir. Pesawat ini merupakan bagian dari kekuatan udara strategis Rusia yang telah beroperasi sejak dekade 1970-an.

Dua Insiden Terpisah, Dua Kekuatan Militer Terbesar Dunia

Kesamaan waktu dari dua kecelakaan ini menarik perhatian luas. AS dan Rusia adalah dua negara dengan arsenal nuklir terbesar di dunia, dan keduanya mengoperasikan armada pesawat pengebom strategis sebagai bagian dari doktrin pertahanan masing-masing.

Penyelidikan atas kedua insiden ini masih berlangsung. Penyebab pasti jatuhnya B-52 di Edwards maupun Tu-22M3 di Irkutsk belum diumumkan secara resmi oleh otoritas terkait dari kedua negara.

Penulis: Bayu Saputra
Editor: Arif Budiman