Teras News — Sebuah tempat yang seharusnya menjadi ruang pemulihan berubah menjadi lokasi penembakan. Dua orang menjadi korban insiden tembak-menembak di dalam Rumah Sakit Wilmington, Delaware, Amerika Serikat, pada Selasa (16/6/2026), dan polisi menduga pelakunya adalah seorang pegawai rumah sakit yang menembak dua rekan kerjanya sendiri.
Petugas kepolisian Wilmington bergegas ke lokasi setelah menerima laporan suara tembakan dari dalam gedung. Sesampainya di sana, mereka langsung mengisolasi seluruh area rumah sakit dan melakukan penyisiran menyeluruh untuk memastikan situasi aman.
Pasien dan Karyawan Keluar dengan Tangan Terangkat
Rekaman video yang beredar, termasuk yang diperoleh ABC affiliate WPVI via Reuters, memperlihatkan situasi mencekam saat proses evakuasi berlangsung. Karyawan, pasien, dan pengunjung berjalan keluar gedung secara berurutan dengan kedua tangan terangkat ke atas. Rekaman udara turut merekam barisan panjang orang yang meninggalkan gedung, sementara petugas bersenjata masuk dari arah berlawanan.
Baca Juga:
Brian Peffer, seorang pemandu pasien di rumah sakit tersebut, mengaku berada di ruang gawat darurat saat insiden terjadi. “Saya mendengar suara tembakan,” katanya, seraya menambahkan bahwa ia menyaksikan salah satu korban dievakuasi menggunakan ambulans.
Penyelidikan Masih Aktif, Identitas Korban Belum Dirilis
Kepala Petugas Administrasi Departemen Kepolisian Wilmington, David Karas, membenarkan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan aktif. Ketika ditanya soal tersangka, Karas enggan berkomentar. Identitas kedua korban maupun rincian kondisi mereka juga belum diumumkan karena penyelidikan masih berlangsung.
Penyelidikan melibatkan sejumlah lembaga penegak hukum. Kepolisian menegaskan situasi di lokasi sudah terkendali dan aman bagi publik.
Insiden penembakan di fasilitas layanan kesehatan bukan kali pertama terjadi di Amerika Serikat. Lingkungan rumah sakit yang kerap dihadapkan pada tekanan kerja tinggi menjadikan keamanan internal gedung-gedung semacam ini terus diperdebatkan oleh para pembuat kebijakan di berbagai negara bagian. Namun dalam kasus Wilmington ini, motif pelaku masih belum diketahui dan menjadi fokus utama penyelidikan yang sedang berjalan.
Editor: Arif Budiman